
PEKANBARU - Satuan Tugas (Satgas) Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau akhirnya kembali menerapkan Tekhnologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengantisipasi kobaran api di lahan gambut, baik dikarenakan faktor alam, ataupun kesengajaan (dibakar).
TMC itu rencananya akan mulai dilakukan, Jumat (15/7/2016) dengan berposko di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Pesawat yang digunakan adalah Jenis CASA dengan nomor regristrasi PK-PCT. Dengan memodifikasi cuaca, diharapkan dapat memicu potensi awan hujan di Riau.
"Harapan kita penyemaian dilakukan di pesisir (Riau), karena di sana minim hujan. Namun itu tergantung besok, bagaimana laporan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Pekanbaru," jawab Kepala BPBD Riau, Edward Sanger kepada GoRiau.com, Rabu (14/7/2016) sore.
Menurutnya, pelaksanaan TMC ini merupakan intruksi dari BNPB Pusat yang memang sejak lama direncanakan. "Jadi tidak ada kaitannya dengan agenda kedatangan Pak Presiden, Joko Widodo. Untuk rentang waktunya tergantung peluang awan, kalau sudah tidak ada, maka kita stop," jawabnya.
Secara tekhnis, pesawat CASA tersebut akan membawa satu ton garam semai untuk sekali penerbangan. Garam itu nanti akan ditabur di awan potensial hujan, dengan harapan bisa memicu hujan buatan. Selain itu, upaya water bombing alias bom air juga tetap dilaksanakan di titik api yang terdeteksi via udara.
"Nanti operasinya dikendalikan dari Lanud Roesmin Nurjadin, bersama pihak BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi) dan stakeholder lainnya. Dengan diterapkan tekhnologi ini bisa mencegah kebakaran hutan dan lahan," sambung Kasibaseops Disops Lanud, Mayor Lek Ferry Duwantoro.
Bahkan, Deputi KA BPPT bidang Tekhnologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSDA), Prof Wimpie Agung Nugroho hadir langsung di Lanud untuk membuka pelaksanaan operasi TMC itu, didampingi KA Balai Besar TMC, Rabu siang tadi.
Sebagai catatan, penggunaan Modifikasi Cuaca tersebut juga pernah diterapkan oleh Satgas di Riau pada 2015 lalu, ketika Negeri Lancang Kuning dilanda bencana asap, imbas dari kebakaran hutan yang mayoritas disengaja oleh pihak tak bertanggung jawab. ***