
JAKARTA, GORIAU.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Leo Nababan mengungkapkan partainya akan membantu semua proses hukum bagi para kadernya, termasuk Rusli Zainal yang saat ini menjadi tersangka dalam kasus suap PON XIII Riau.
"Kita akan beri bantuan hukum yang dipimpin Muladi, kita tidak akan pernah menghalangi proses hukum, tapi kita akan mendampingi," kata Leo, Kamis (21/3/2013).
Apakah Golkar akan segera menonaktifkan Rusli? Leo menjawab hal itu tidak bisa buru-buru dilakukan karena masih dalam proses hukum oleh KPK.
Selain itu, lanjutnya, Rusli masih menjabat sebagai Gubernur Riau. Namun Leo memastikan akan ada proses lebih lanjut dari partai untuk Rusli.
"Kami tidak akan pernah begitu. Kita ikuti proses hukum yang sebenarnya dan Golkar tidak akan ikut campur, itu urusan penegak hukum. Tapi pasti akan ada proses dari internal partai. Kita tidak pandang bulu, ini harus matang, tidak bisa grasak-grusuk karena menyangkut hak hidup orang," jelasnya.
Terkait laporan LHKPN yang diterima KPK, kekayaan Rusli naik Rp5 miliar dalam jangka waktu enam tahun periode 2002 hingga 2008 menjadi total Rp7,2 miliar. Namun belum ada pembaruan audit kekayaan hingga 2013 terhadap kekayaan Rusli.
"Ya kita lihat saja proses hukum bisa membuktikan tidak (harta kekayaan itu)," tegas Leo.
Saat ditanya mengenai pengeledahan ruaan kerja Ketua Fraksi yang juga Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto dan kader lainnya Kahar Mudzakir yang diduga masih terkait kasus PON Riau, Leo enggan mengomentari.
"Itu sudah masuk rahasia perusahaan. Kami percaya kader kami tidak tahu menahu, biar KPK yang melakukan proses, kami serahkan sepenuhnya. Ini sudah masuk dapur," tegasnya. (mtv)