TELUKKUANTAN - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Musliadi, SAg menilai Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru sudah lari dari konteks dan tujuan didirikannya.

"IKKS sudah tak benar lagi ni. Masak dipilah-pilah dalam mengundang anggotanya. Mana yang mendukung pemerintahan diundang, mana yang berseberangan malah ditinggal," ujar Musliadi ketika mengetahui kegiatan buka puasa bersama antara IKKS dan Pemda Kuansing, Minggu (19/6/2016) sore.

Ia mengaku tidak mendapat undangan dari IKKS Pekanbaru. Bahkan, ia baru mengetahui kegiatan tersebut setelah adanya 'broadcast' dari mahasiswa yang berisi pemboikotan.

"Adanya boikot dari mahasiswa, menjadi tanda tanya bagi kita semua. Ada apa? Kenapa acara yang dilaksanakan IKKS diboikot mahasiswa? Berarti ada yang tidak betul," ucap Musliadi yang mendukung gerakan mahasiswa tersebut.

Ia sependapat dengan apa yang disampaikan mahasiswa. Dimana, kegiatan tersebut sarat akan kepentingan politik. Hal itu dikarenakan pembentukan IKKS tak terlepas dari politik dan dalam perjalanannya pengurus juga berpolitik.

"Sebaiknya, pengurus IKKS yang sekarang mengundurkan diri. Sebab, IKKS akan hancur di tangan mereka. Ganti dengan orang yang lebih baik. Orang yang tak terkontaminasi dengan politik praktis," tutur Musliadi.

Ia menilai, kepengurusan IKKS di bawah dr Taswin Yakub dikendalikan oleh pemerintah. Akibatnya, organisasi sosial kemasyarakatan ini akan ketergantungan dengan Pemda, sehingga tidak akan bisa mengkritik.

"Karena dia sudah berhutang budi kepada pemerintah, maka ke depan akan menjadi corong pemerintah. Maka, mereka akan bekerja membenarkan yang salah," ucap Musliadi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pengurus IKKS Pekanbaru terkait berbagai tudingan dan boikot yang dilakukan mahasiswa Kuansing di Pekanbaru.***