
SELATPANJANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kepulauan Meranti mendapat pembelakan pelatihan simulasi pengamanan aset dan pencegahan kejahatan. Ilmu ini sangat berguna dan harus dikuasai setiap personil Satpol PP karena rentang terjadi gesekan dengan masyarakat saat menjalankan tugas.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim yang membuka langsung pelatihan yang digelar oleh Satpol PP Riau bekerjasama dengan Satpol PP Meranti mengatakan, pengamanan aset Pemerintah Daerah (Pemda), yang diperuntukan dalam rangka memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat memang sangat penting. Kata Said Hasyim lagi, mengamankan itu bukan hal yang mudah dan tak jarang terjadi gesekan karena langsung berhadapan dengan masyarakat dan pihak terkait lainnya. Untuk itu agar Satpol PP dapat melaksanakan tugas pokoknya dalam mengamankan aset, penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan menjaga Wibawa Pemda berjalan sesuai harapan, dibutuhkan personil Satpol PP yang tangguh, profesional dan mengerti aturan hukum.
Untuk saat ini, Said Hasyim juga mengaku masih rendahnya kinerja pengaman aset di Meranti. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya lahan Pemda yang bersengketa, gedung-gedung kantor yang tidak terjaga apalagi disaat libur, aset berharga tak terjaga dengan baik, hingga terjualnya aset. "Semoga Satpol PP dapat lebih menunjukan kinerja dan eksistensinya dalam mengamankan aset melalui peningkatan disiplin dan profesional diri," ujar Wabup.
Lebih jauh dijelaskan Wabup, di era modern saat ini aparatur dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, semua yang dilakukan aparatur dapat dengan mudah diakses dan dinilai oleh publik. Jika masyarakat puas maka akan berdampak pada naiknya wibawa Pemda dimata masyarakat, begitu juga sebaliknya jika Pemda tidak mampu memberikan yang terbaik maka akan dengan mudah masyarakat membuat status di sosial media yang dapat menyudutkan dan menjatuhkan wibawa Pemda. Agar hal itu tidak terjadi H Said Hasyim mengajak seluruh pegawai khususnya personil Satpol PP untuk meningkatkan etos kerja dan disiplin. "Jika etos kerja dan disiplin aparatur baik maka turut meningkatkan wibawa Pemda, mari kita tingkatkan itu," ajaknya.
Pada kesempatan itu Wabup juga menyinggung prilaku negatif yang terkadang dilakukan oleh aparat penegak hukum, untuk masalah ini ia menyarankan kepada pimpinan Satpol PP untuk menindak tegas, memberikan sanksi lebih berat dibandingkan pegawai biasa. "Jika penegak peraturan berbuat kesalahan harusnya dihukum lebih berat karena ia mengetahui aturan, apalagi jika kedapatan mengkonsumsi narkoba, masuk karoke ditemani wanita dan berbuat mesum," jelas Wabup.
Jika penegak aturan kedapatan berbuat hal yang negatif, bukan saja menimbulkan masalah pada dirinya lebih parah lagi dapat memalukan institusi Pemda tempat yang bersangkutan bertugas. "Menertipkan pegawai bermasalah merupakan tugas Satpol PP, tentu sangat memalukan sekali jika oknum itu sendiri yang berbuat, ini dapat menjatuhkan wibawa Pemda dimata masyarakat," paparnya lagi.
Hadir dalam acara tersebut, Sekdakab. Meranti H Iqaruddin, Mewakili Kakansatpol Provinsi Drs Dendi, Asisten I Sekdakab Meranti H Alizar, Kabag Humas Drs Ery Suhairi SSos serta puluhan peserta pelatihan. ***