
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Puluhan tiang batu untuk listrik Alai-Mengkikip dipastikan akan diangkut melewati jembatan Perumbi yang terletak di Desa Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Meski jembatan ini terancam ambruk, tapi Dishub Meranti sudah memastikan bahwa tonase kendaraan yang melintasi jembatan tua tanpa perawatan itu maksimal boleh mencapai 5 Ton.
Demikian disampaikan Kabid Darat Dishub Meranti, Jumakir P, ketika dihubungi GoRiau.com, Sabtu (22/3/2014) siang.Kata Jumakir, kemarin mereka membatasi tonase kendaraan yang melintasi jembatan satu-satunya penghubung antara beberapa desa dengan pusat kota itu hanya 2 ton. Belakangan, hasil diskusinya dengan Kadishub Kepulauan Meranti, maka diganti menjadi 5 Ton."Kita copot lagi rambu 2 ton yang kemarin sempat kita pasang. Hasil diskusi kita sama kadis, tidak masuk akal kalau hanya 2 ton, gerobak saja sudah 2 ton. Nanti kita gantikan menjadi 5 ton," kata Jumakir melalui sambungan ponselnya.Terkait tiang batu yang akan dibawa dari Alai-Mengkikip itu, kata Jumakir mereka membatasi satu kali angkut hanya membawa 2 tiang batu menggunakan colt diesel."Sebatang tiang itu saja sudah 800 Kg, jadi sekitar 1.6 Ton untuk dua batang ditambah colt diesel, insyallah kalau batasnya 5 ton tidak akan bermasalah pada jembatan itu," katanya lagi.Jumakir juga memastikan bahwa pengangkutan tiang batu untuk listrik dengan pembangkit gas Alai-Mengkikip itu hanya akan menghabiskan tiang batu yang sudah dibongkar dari ponton. Sedangkan untuk tiang batu berikutnya akan dibongkar di Pelabuhan Lemak Babi (masih di dalam selat rengit, red)."Kita izinkan mereka mengangkut yang sudah dibongkar itu. Tapi untuk pembongkaran berikutnya kita akan mengarahkan ke Lemak Babi," tambah Jumakir.Kemudian, Jumakir juga mengungkapkan, mereka harus sama-sama memikirkan, disatu sisi tiang batu itu untuk pembangunan, namun di sisi lain kepentingan masyarakat juga harus diperhatikan.Dapat disampaikan pula, Jembatan di Sungai Perumbi itu dibangun sejak belasan tahun yang lalu sewaktu masih di bawah Kabupaten Bengkalis. Seiring menuanya jembatan itu, tidak pernah ada sekalipun perawatan sehingga dikhawatirkan jembatan itu akan rubuh karena tidak kuat menahan beban tonase kendaraan yang mengangkut tiang batu Listrik Alai-Mengkikip itu.(zal)