RENGAT,GORIAU.COM - Warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau keluhkan kondisi ruas Jalan Raya Rengat-Pematang Reba yang saat ini kembali mengalami kerusakan. Dibeberapa titik, badan jalan banyak yang retak, sehingga menimbulkan gelombang pada jalan milik Provinsi Riau itu.

Seperti yang dikeluhkan Soni (40) salah seorang warga Pematang Reba. "Akhir pekan kemaren, saya nyaris jadi korban kecelakaan akibat kerusakan jalan tersebut. Akibat mengelakan badan jalan yang retak, saya nyaris disenggol oleh pengendara lain yang juga mengelakan jalan rusak", sebutnya kepada GoRiau.com, Rabu (4/11/2015).

Selain retak, sebagian besar badan jalan juga bergelombang. Kondisi itu diperparah oleh banyaknya gundukan aspal akibat tambal sulam yang dilakukan pihak kontraktor saat melakukan perbaikan ruas jalan itu, pungkas Soni menuturkan.

Sementara itu, Hendri Saputra (23) warga Rengat ini mengungkapkan bahwa, dirinya menilai kerusakan terus menerus pada badan jalan itu akibat perbaikan yang tidak serius oleh pemerintah.

Disebutkan Hendri yang juga merupakan mahasiswa pakultas teknik salah satu universitas di Pekanbaru itu menilai bahwa, proyek perawatan atau perbaikan jalan tersebut merupakan syarat dan kepentingan pihak tertentu. Sehingga mutu pekerjaan terkesan tidak diperhatikan.

"Setahu saya sejak tahun 2013 lalu ruas jalan Rengat-Pematang Reba ini setiap tahunnya mendapatkan dana perawatan, namun hanya sebatas tambal sulam. Itupun pengerjaannya seperti asal jadi, sehingga pada titik yang ditambal terdapat gundukan aspal yang menambah banyaknya gelombang pada ruas jalan itu," tegasnya.

Dengan demikian, dirinya berharap kepada istitusi terkait untuk dapat melakukan pengawasan ketat terhadap dana dan pola kerja rekanan yang mengerjakan proyek perbaikan jalan tersebut. Sehingga, dana yang dikucurkan tidak siasia dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan GoRiau.com, pihak Balai Besar Wilayah Riau selaku pengawas atau penanggung jawab pengerjaan proyek perawatan badan jalan itu belum berhasil dikonfirmasi.(jef)