
PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan masih membayangi Provinsi Riau. Meski sebagian besar wilayah diguyur hujan sejak pagi, satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) justru mendeteksi tujuh hotspot atau titik panas yang tersebar di lima kabupaten, Minggu (3/5/2026).
Kemunculan indikasi titik api ini menjadi peringatan keras di tengah kondisi cuaca Riau yang sejatinya cenderung basah. Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, satelit menangkap puluhan titik panas yang memerlukan pengawasan ketat agar tidak memicu bencana kabut asap.
"Hingga pukul 23.00 WIB terpantau sebanyak 37 hotspot di Sumatera. Khusus Riau terdeteksi tujuh hotspot yang tersebar di Kabupaten Pelalawan dua titik, Siak dua titik, Kampar satu titik, Kepulauan Meranti satu titik, dan Indragiri Hulu satu titik," urai Forecaster BMKG Pekanbaru, Yudhistira M.
Sisa titik panas lainnya tersebar di berbagai provinsi tetangga. Wilayah Aceh mendominasi dengan 17 titik, disusul Sumatera Selatan enam titik, Jambi lima titik, serta Lampung dan Bangka Belitung yang masing-masing menyumbang satu titik panas.
Keberadaan hotspot ini berbenturan dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan pihak meteorologi setempat. Cuaca Riau diprakirakan didominasi udara kabur hingga cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang sejak pagi hari di Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Kota Pekanbaru.
Ancaman cuaca justru semakin meningkat memasuki siang, sore, hingga malam hari. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir atau pohon tumbang.
"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru," tegasnya.
Sebagai gambaran kondisi fisik lingkungan hari ini, suhu udara di Riau merangkak dari angka 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. Sementara itu, gelombang laut di perairan Riau terpantau dalam kategori rendah dengan ketinggian berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. ***