TEMBILAHAN- Dua tahun bergulir, porgram DMIJ (Desa Maju Inhil Jaya) yang merupakan bentukan Bupati Inhil (Indragiri Hilir), HM Wardan telah banyak membantu pembangunan di desa-desa yang ada di Negeri Seribu Parit ini.

Seperti pembangunan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya, namun demikian, pemimpin Inhil itu tidak ingin cepat berpuas diri. Dirinya tetap mengingatkan agar terus dilakukan evaluasi terhadap program tersebut.

Seperti yang disampaikannya saat membuka Rakor (Rapat koordinasi) dan evaluasi DMIJ di gedung Puri Cendana Tembilahan, Selasa (29/12/2015), bahwa masih banyak perbaikan yang harus dilakukan dalam program DMIJ.

''Dari hasil evaluasi dan pemantauan program DMIJ sejak tahun 2014 hingga 2015, masih banyak terdapat kelemahan dalam pelaksanakan program DMIJ,'' sebut Bupati.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dan perlu menjadi bahan evaluasi, yang pertama dikatakan Bupati adalah dimana sebagian desa masih belum melaksanakan sistem pengelolaan keuangan desa sebagaimana yang diamanatkan dalam Permendagri 113 tahun 2014.

''Masih banyak Kepala Desa yang belum menyerahkan wewenang keuangan desa kepada bendahara desa,'' tuturnya.

Hal kedua yang perlu dievaluasi, dikatakan Bupati terkait kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, sehingga untuk yang akan datang perlu melibatkan masyarakat secara lebih baik, terutama memfungsikan BPD (Badan Permusyawaratan Desa).

Selain itu, akuntabilitas dan transparansi perlu ditingkatkan melalui manajemen Masjid,'' tambahnya.

Kemudian, dikatakan Bupati masih banyak perangkat desa yang belum menjalankan tupoksinya.

''Juga perlu mengevaluasi seluruh pendamping desa dan fasilitator kecamatan dan kabupaten, hal itu untuk meningkatkan kinerjanya dalam pola pendampingan yaitu memfasilitasi desa dalam pelaksanaan seluruh program yang ada di desa,'' tukas HM Wardan.***