SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus saja mengembangkan produk dari olahan sagu, setelah sagu berhasil diolah jadi berbagai pangan, kedepannya di Meranti juga akan membuat sagu mentah menjadi beras dan gula.
Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, saat berdialog dengan warga Desa Banglas di Masjid Ar-Rahmah Jalan Banglas Ujung, Selasa (13/1/2015) pagi. Kata Irwan, saat ini Pemda mengupayakan agar sagu mentah bisa dijadikan beras dan gula agar masyarakat mengkonsumsikan barang-barang yang sehat dan bernilai ekonomis.
"Sagu ini akan kita olah terus, kedepannya bagaimana sagu ini bisa jadi gula yang rendah kalorinya," kata H Irwan di hadapan masyarakat warga Banglas.
Selain diolah menjadi gula, kata H Irwan pula, sagu juga akan diolah menjadi beras. Untuk kedepannya, di Meranti masyarakat bisa mengkonsumsikan beras sehat yang terbuat dari sagu dan tentu lebih ekonomis.
"Kedepan juga akan ada nasi sagu, kita olah sagu menjadi beras. Insyallah satu atau dua tahun kedepan ini akan muncul, akan kita usahakan terus, jadi kita tidak perlu lagi impor beras," ujar H Irwan pula.
H Irwan juga mengajak semua masyarakat mendukung penuh usaha pemda dalam mempertahankan pangan lokal itu. Sebab, dengan banyaknya olahan sagu, semula harga sagu murah sekarang sudah menjadi mahal.
Kenang Irwan, kalau dulu untuk satu batang (siap panen, red) harga sekitar Rp100 ribu, tapi setelah sagu bisa diolah menjadi banyak pangan, di Meranti harga sagu saat ini sudah mencapai Rp400 ribu perbatang.
"Kita harap setelah sagu berhasil menjadi beras dan gula, harga perbatangnya tidak lagi Rp400 ribu, tapi bisa jadi Rp1 juta perbatang," ujar orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu.
(zal)