
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Api yang melahap belukar di Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau, Senin (10/3/2014) malam itu tak bisa dipadamkan. Hingga pukul 23.27 WIB malam itu api sudah melahap belukar di samping rumah warga.
Pantau GoRiau.com, Senin malam itu, api mulai melahap belukar yang terdapat di tanah kosong antara sekolah SMA N1 Tebing Tinggi Barat dengan salah satu rumah warga di Desa Mekong.
Meski petugas pemadam dikerahkan 1 unit, namun usaha untuk memadamkan belum bisa maksimal. Selain sumber air yang berasal dari sumur bor PNPM jauh, angin bertiup kencang juga membuat api semakin cepat membesar.
Terlihat satu keluarga yang rumahnya di dekat lokasi kebakaran sedang sibuk berjaga-jaga agar bunga api yang beterbangan tidak hinggap di atap rumahnya yang terbuat dari daun rumbia itu. Sementara api terus saja membakar belukar yang tumbuh di tanah gambut tepat di samping rumah warga itu.
Upaya pemadaman dengan cara menyiramkan lokasi terbakar itu sedikit terhambat. Mobil damkar tidak bisa menempuh ke dalam belukar, sementara untuk masuk ke daerah rumah warga yang hampir terbakar itu tidak bisa karena jalan masuk kerumah tidak memungkinkan untuk dilewati mobil damkar.
Selain itu, untuk mengisi air di tangki juga sangat lambat, karena sumber air berasal dari sumur bor yang sebelumnya hanya untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat. Di sumur tersebut juga hanya ada satu mesin pompa yang hanya digunakan untuk mengisi air di dalam Penampung Air Hujan (PAH) berwarna orange yang digunakan untuk menampung air sebelum digunakan masyarakat.
Camat Tebing Tinggi Barat Mulyadi, Tim Damkar Meranti, TNI, dan masyarakat setempat terlihat berada di lokasi kebakaran tanpa bisa berbuat banyak. Sementara satu unit Damkar untuk mengisi air saja membutuhkan waktu yang tidak singkat.(zal)