BENGKALIS, GORIAU.COM -Penyelenggaraan PON XVIII Riau Tahun 2012 memberi keberkahan tersendiri buat masyarakat serta para pedagang yang ada di Riau. Begitu juga di Bengkalis, peluang ini ditangkap oleh sebagian masyarakat untuk mengais rezeki, salah satunya dengan menjual segala pernak-penik yang berkaitan dengan even empat tahunan tersebut.

Cecep (30), peria kelahiran pulau Rupat ini sepertinya tak ingin menyia-nyiakan momen PON di Bengkalis untuk menambah penghasilan sehari-hari. Beberapa hari ini ia mengaku sudah mencoba menelusuri sejumlah venue dan menjajakan pakaian berupa kaos-kaos berlogokan PON kepada pengunjung yang menyaksikan pertandingan.

Meski awalnya pengunjung di beberapa venue masih terlihat segan dan malu-malu untuk membeli kaos yang dijajakannya, namun mengingat momen PON jarang sekali dilakukan di Bengkalis, tak ayal banyak pengunjung yang akhirnya menyerbu dan membeli pakaian yang dijualnya di arena pertandingan.

''Alhamdulillah Bang, hari ini saja sudah banyak pengunjung yang membeli kaos-kaos yang kita jual,'' ujar Cecep ketika ditemui di venue Volley Pantai, yang sekali-sekali terlihat melayani pengunjung yang melihat dan ingin membeli pakaian, hari ini.

Untuk kaos berlogokan PON, Cecep menjualnya dengan harga yang tidak terlalu tinggi dan masih bisa dijangkau pengunjung. Untuk kaos berkerah lengan pendek dan panjang (kualitas baik), ia hanya menjualnya seharga Rp90 ribu hingga Rp95 ribu. Sementara untuk kaos oblong hanya dijual seharga Rp50 ribu perlembarnya.

Guna memenuhi stok pakaian yang dijualnya selama PON di Bengkalis ini, Cecep mendatangkan dari Kota Pekanbaru. Tak tanggung-tanggung, untuk beberapa hari penyelenggaraan PON di Bengkalis, ia membawa sebanyak lebih kurang 500 lembar kaos. Selain kaos, ia juga menjajakan beberapa properti lainnya, seperti topi, celana pendek yang bisa dipakai untuk ke pantai, serta berbagai pernak-pernik lainnya. Bahkan dia juga turut menjual topi-topi koboi yang semuanya berlogokan PON XVIII Riau 2012.

Cecep menyulap mobil Avanza miliknya sebagai gerai tempatnya berjualan. Kaos-kaos tersebut dipajang di jendela-jendela mobil dan dalam bagasi mobil. Meski demikian, ia juga turut menggantungkan kaos-kaos di sebuah gantungan yang memang telah dipersiapkannya.

Selain berlogokan PON, kaos yang dijualnya juga kental akan pelestarian budaya Melayu, mengandung pesan-pesan moral yang pernah disampaikan oleh orang tua – orang tua Melayu Bengkalis. Diantara tulisan yang melekat pada kaos tersebut, seperti ''Ibu Bapak Jangan dibentak-bentak, Dunia Akhirat Hidup Tak Cedah'', ''Pantang Hidup Menderita, Pantang Mati Tak Berbudi'', dan berbagai pesan-pesan moral lainnya yang tentu membuat calon pembeli tertarik untuk membelinya.

Defri, salah seorang pengunjung dan ikut menyaksikan sejumlah pertandingan di venue Voli Pantai di Lapangan Pasir, mengaku sangat gembira karena di ajang PON XVIII Riau kali ini, khususnya di Bengkalis, masih ditemukan pedagang-pedagang yang memanfaatkan momen PON untuk menjual berbagai pernak-pernik PON. Kendati diakuinya masih sangat minim, namun sebagai kenang-kenangan PON, tidak ada salahnya jika pengunjung bisa membeli kaos tersebut sebagai oleh-oleh dan kenangan-kenangan.

''Kita senang juga karena ada yang menjual baju-baju PON di Bengkalis ini. Paling tidak baju ini bisa memberikan kenangan tersendiri, bahwa Bengkalis pernah menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan,'' ujar Defri.(*/rls)