TANJUNGPINANG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito meminta kepala daerah untuk memberdayakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mempercepat program pembangunan. Demikian Ia sampaikan dalam acara peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-50 yang berlangsung secara luring dan daring dari Aula Wan Seri Beni Kantor Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang, Selasa (8/3/2022).

Menurut Tito, saat ini, PKK telah banyak mendukung program pembangunan baik di bidang sandang, ketahanan pangan, percepatan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan dan sebagainya.

"Tidak banyak negara yang memiliki sistem yang bisa mencakup sampai basis terkecil (keluarga)," ujar Mendagri Tito sebagaimana dikutip GoRiau.com.

Mendagri menjelaskan, pemerintah daerah (pemda) baik provinsi maupun kabupaten/kota dapat memberdayakan PKK melalui berbagai langkah. Misalnya dengan memberikan hibah untuk mendukung program PKK. Selain itu, pemda dapat melibatkan program PKK ke dalam kegiatan yang dimiliki oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu misalnya dilibatkan dalam kegiatan di bidang kesehatan, pendidikan, penanganan kemiskinan, penanganan stunting, dan sebagainya.

Pelibatan program itu dilakukan sejak perencanaan penganggaran yang dilakukan pemda. Mendagri mengaku telah memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) dan Pelaksana Harian (Plh.) Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) agar saat mereview Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat melihat apakah ada programĀ  yang melibatkan PKK atau justru sebaliknya.

Hadir dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-50 itu, Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK Tri yang merupakan istri Mendagri Tito, Ketua TP PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari Ansar, para kader PKK, sejumlah organisasi wanita dan sebagainya. Turut hadir pula Gubernur Kepri Ansar Ahmad, bupati/wali kota se-Kepri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Kepri dan banyak pihak lainnya yang tergabung secara daring maupun luring.***