PEKANBARU- Pesona Mesjid Agung Madani Islamic Center Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) seolah menjadi magnet bagi para pengnjung wisata religi, khususnya umat muslim dari berbagai daerah.

Selain datang untuk beribadah, tak sedikit juga para pengunjung yang memanfaatkan waktunya untuk berfoto-foto ria dengan latar belakang Masjid tersebut. Untuk awal tahun 2016 atau masa libur panjang tahun baru, setidaknya tercatat sekitar 10 orang yang berkunjung di Masjid ini.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Rohul Ahmad M.Si. Menurutnya 10 ribu pengunjung tersebut hampir rata-rata adalah pengunjung dari daerah lain seperti Sumbar, Sumut, Lampung, Jambi, Pekanbaru dan kota-kota lain di Riau.

Melihat banyaknya pengunjung yang datang ke  Mesjid Agung Madani, menurut Bupati Achamd, bertanda bahwa Syar‎ islam dan pesona mesjid agung madani telah tersiar ke seluruh penjuru Nusantara.

‎"Kita mesti bangga, karena memiliki Masjid Agung Madani ini, buktinya banyak yang mengunjungi dan penasaran dengan wisata religi di Rokan Hulu," katanya Bupati yang jabatanya tinggal menunggu hitungan bulan.

Dirinya juga menambahakan, satu diantara daya tarik masyarakat baik dari Rokan Hulu maupun dari luar daerah ke Masjid Agung Madani adalah rasa penasaran pengunjung setelah dinobatkanya Masjid tersebut sebagai Masjid terbaik nasional. Dengan demikian banyak warga yang berbondong-bondong ke Kabupaten berjuluk Negeri Seibu Suluk.

"Orang pastinya penasaran, seperti apa sih Masjid yang terbaik di indonesia tersebut. Ko bisa ya. Mungkin itulah pertanyaan masyarakat yang belum pernah berkunjung sebelumnya,"jelasnya.

Secara otomatis menurut Achamd, dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Rohul. Tentunya ekonomi masyarakat yang ada di Rohul juga semakin bertambah.

"Dengan adanya wisatawan yang berkunjung ke Rohul tentunya akan meningkatkan ekonomi masyarakat, contohnya mereka akan berbelanja disini, baik itu kuliner maupun cinderamata. Dampak positif dengan adanya bangunan Masjid tersebut tentunya juga dirasakan masyarakat umum," pungkasnya. (rls)