PEKANBARU - Menakertrans RI, Hanif Dhakiri meminta kepada Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman untuk mendukung perkembangan pondok pesantren untuk pembangunan daerah. Dia juga menitipkan pembangunan pesantren kepada pemda supaya alumni-alumni pesantren bisa juga bekerja selayaknya lulusan lainnya.

"Pemerintah bisa mendukung pembangunan pesantren ini. tentunya dunia pesantren menyambut baik itu, Gubernur saya titip pesantren. Kalau mau menghancurkan Indonesia gampang, tinggal menghancurkan pesantren saja," jelasnya.

Menurutnya ponpes telah menjadi bagian Indonesia, tanpa ponpes, santri dan kyai Indonesia tidak ada. Hal itu, kata dia, karena pesantren dapat menyesuai perkembangan zaman, dan turut serta membangun Tanah Air.

Sebagai mantan santri di Ponpes Salatiga, Jawa Tengah, dia mengaku seperti bernostalgia ketika menghadiri acara peresmian bangunan Ponpes Al-Mujtahadah, Pekanbaru.

"Berada ditengah-tengah pesantren seperti nostalgia. Saya senang bisa kumpul bersama santri," kata Menaker Hanif.

Saat memberikan motivasi dihadapan ribuan santri di halaman Kantor Gubernur Riau, Menteri Hanif tak bosan-bosannya mengajak santri untuk meningkatkan pengetahuan, dan santri diminta untuk mencintai Islam, Pancasila, NKRI dan NU.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyambut baik dengan banyaknya ponpes di Riau. Karena menurut hematnya, semakin banyak ponpes, Riau semakin aman. Perkembangan ponpes juga semakin baik dengan banyaknya masyarakat luar yang datang.

"Kalau dulu anak Riau belajar ke ponpes luar daerah, sekarang terbalik, mereka belajar ke Riau. Ini kan perkembangan positif," katanya.

Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mujtahadah, KH Prof Ahmad Mujahidin mengatakan di Riau terdapat 283 pesantren dengan lebih 37 ribu santri.

"Santri-santri ini akan ikut membangun negeri supaya lebih maju lagi. Tak dipungkiri tanpa ponpes Indonesia tidak ada apa-apanya, karena peran serta santri untuk Indonesia telah banyak untuk pembangunan," ujarnya. (Adv/Rat)