PEKANBARU, GORIAU.COM - Periode 2012-2013, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau telah menyumbangkan Rp583 miliar untuk daerah. Namun siapa sangka, total tersebut hanya disumbangkan oleh dua perusahaan plat merah tersebut.

Yakni Bank Riau-Kepri (BRK) sebesar Rp412,18 miliar, sisanya Rp147,67 miliar disumbangkan PT Bumi Siak Pusako (BSP). Sementara sisanya hanya memberikan sumbangan di bawah Rp10 miliar.

Bahkan ada yang tidak menyumbangkan sama sekali, yakni seperti PT Riau Airline dan PT Riau Petroleum. Untuk itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, audit untuk BUMD itu sangat penting.

"Saya sudah minta kepada Biro Ekonomi untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh BUMD. Semua ada aturannya, tidak boleh jalan sendiri-sendiri," tegas Andi Rachman, sapaan akrabnya.

Menurutnya, banyak manajemen BUMD yang seperti jalan sendiri-sendiri, bahkan ada diantaranya yang tidak mau dilakukan audit. "Jangan ada yang bertindak semaunya," instruksi Andi Rachman.

Dirinya meminta kepada pihak terkait, terutama Biro Ekonomi Pemprov Riau untuk melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan plat merah ini. Dikatakannya, manajemen BUMD harus lebih terbuka. Tidak boleh ada yang ditutupi, karena pembentukannya menggunakan uang rakyat.

Karena itu jelas setiap apa yang dilakukan manajemen harus dipertanggungjawabkan, bukan sebaliknya. "BUMD itu bukan perusahaan pribadi, tapi milik daerah. Ini juga sudah didiskusikan dengan DPRD. BUMD yang tertutup harus dievaluasi," tegasnya.

Sampai 2013 lalu, Pemprov Riau telah menggelontorkan lebih dari Rp 1,2 triliun untuk sembilan badan usaha milik daerah (BUMD). Namun hasil yang didapat masih minim.

Dari data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, total penerimaan dari sembilan perusahaan pelat merah itu pada periode 2010-2013 hanya Rp 583 miliar.***