
TAK bisa disangkal lagi jika acara Pacu Jalur di Kuantansingingi (Kuansing), Riau, sudah berlangsung sukses. Bahkan boleh dikatakan telah mendunia.
Pengunjung yang datang tidak hanya dari nusantara saja. Tapi sudah merambah dari segala penjuru. Apalagi dengan hadirnya pemusik rap sejagat, Melly Mike, yang sengaja datang untuk menghibur para penonton.
Berlangsungnya pacu jalur pada tahun ini juga membangkitkan gairah semua pihak untuk membersihkan Sungai Kuantan dari penambangan emas liar. Akibatnya kawasan Tepian Narosa itu pun menjadi bersih dan layak dijadikan obyek wisata.
Berbagai keberhasilan tersebut menimbulkan keinginan bupati dan masyarakat menjadikan Kuansing masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sebab, dengan masuk program ini ada dukungan pemerintah dalam bentuk pengembangan infrastruktur, sarana prasarana, pelestarian daya tarik wisata, serta peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Sayangnya, hasrat tersebut nampaknya masih jauh dari harapan. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, di sebuah media online, pihaknya hanya mengusulkan tiga tempat di provinsi ini sebagai KSPN. Ketiganya adalah Pulau Rupat, Istana Siak, dan Candi Muara Takus.
Pulau Rupat yang terletak di Kabupaten Bengkalis memang sangat menawan. Pantai pasir putih yang terhampar di beberapa tempat, rasanya tak kalah dengan keindahan Pantai Kuta atau Sanur di Bali. Letaknya berseberangan dengan Semenanjung Malaysia, dan kapal-kapal yang berlayar di Selat Malaka jelas kelihatan hilir-mudik di sana.
Sedangkan Istana Siak, meskipun dibangun pada masa penjajahan, namun melahirkan sejarah yang cukup panjang. Terlebih di masa kemerdekaan Sultan Siak menyerahkan seluruh kekayaan kerajaan ini untuk Republik Indonesia yang baru berdiri.
Candi Muara Takus merupakan bangunan yang sangat bersejarah. Konon dibangun sebelum berdirinya Kerajaan Sriwijaya, dan termasuk merupakan peninggalan Hindu yang tertua di tanahair.
Sementara Kuansing sendiri belum jelas apa alasan Dinas Pariwisata Riau tidak mengusulkannya masuk ke dalam KSPN. Boleh jadi, masih menunggu bagaimana acara pacu jalur pada tahun berikutnya. Apakah masih akan seramai tahun ini.
Sebab, si bocah pacu jalur Rayyan Arkan Dikha, belum tentu dapat viral lagi dengan tarian barunya. Maklum, ini merupakan daya tarik yang paling utama sehingga pacu jalur menjadi mendunia. Tanpa ada joget-joget Rayyan di atas perahu lomba, mungkin lebih meriah lagi dragon boat di Cina, atau lomba perahu lainnya di berbagai tempat.
Nah, karena itu Kuansing agar lebih banyak bersabar seraya terus memoles keunggulan sehingga tahun depan masih tetap mampu menarik banyak pengunjung. Jika tahun depan acara pacu jalur bisa mendunia lagi, rasanya hasrat untuk masuk KSPN akan terkabulkan. ***
* Irwan E. Siregar adalah wartawan senior bermastautin di Pekanbaru, Riau.