DURI - Sejak meninggal Minggu (17/7/2016) lalu, mayat wanita tanpa nama atau Anisah nama sementara, yang mengidap penyakit HIV AIDS ini masih disimpan di dalam box es di kamar mayat RSUD Duri. Tidak ada satupun yang mau mengakui pasien tanpa identitas itu sebagai keluarga meski pihak rumah sakit mencoba menghubungi sejumlah orang yang berada didalam kontak handphone Anisah.

"Karena tidak ada yang mengakui bahwa pasien ini adalah keluarga mereka, kita sudah kordinasi dengan UPT Dinas Sosial Mandau, ibuk Tengku Nurhasanah, katanya sudah tidak ada lagi anggaran untuk pemakaman masyarakat terlantar. Begitu juga halnya dengan rumah sakit yang tidak pernah ada anggaran untuk pemakaman tersebut," kata Bagian Humas RSUD Duri, Iwan Ridwan kepada GoRiau.com, Selasa (19/7/2016) siang.

Dengan keterbatasan tempat, mayat tidak bisa disimpan lebih dari 3x24 jam di ruangan mayat RSUD Duri. Sehingga pihak RSUD Duri melakukan kordinasi dengan Dinas terkait untuk dapat membantu biaya pemakaman pasien tanpa keluarga dan identitas ini.

"Kita bahkan juga sudah kordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu mencari data pasien ini. Pihak rumah sakit sudah membantu memberikan perawatan kepada pasien, namun ajal segera menjemputnya. RSUD sendiri juga pernah melakukan pemakaman kepada pasien, biayanya mencapai Rp1,5 juta per jenazah. Dan anggaran itu tidak pernah ada di RSUD," imbuhnya lagi.

Menurut Iwan, jika memang tidak ada upaya dari UPT Dinas Sosial Mandau, maka pihak RSUD juga akan kordinasi ke Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis. Sebab, tidak mungkin jenazah wanita tanpa identitas ini terlalu lama di simpan di ruang mayat RSUD Duri.***