BENGKALIS, GORIAU.COM – Hingga NoVember 2012, jumlah masyarakat yang memanfaatkan dana Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UEP-SP) sudah mencapai 12.365 orang. Sementara tingkat pengembalian mencapai 91,4 persen dengan tunggakan hanya sekitar 8,5 persen.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bengkalis, H Eduar saat ditemui jelang acara Pelatihan Manajemen Pengelola UED/K-SP Bagi Pemegang Otoritas, bertempat di Hotel Pantai Marina, Selasa (27/11/2012). “Walau program ini baru pertama tahun pertama ini kita realisasikan, tapi hasilnya sudah cukup bagus. Mudah-mudahan kedepan makin lebih baik lagi,” ujarnya.Secara rinci masyarakat yang telah memanfaatkan dana UED-SP berdasarkan jenis usaha, di sektor  perkebunan 5.429 orang, perdagangan 4.382 orang, jasa 898 orang, perikanan 475 orang, industri kecil 449 orang, pertanian 394 orang, dan peternakan 338 orang.  “Dengan tingkat pengembalian sekitar 91,44 persen, maka total dana UED SP yang sebelumnya digulirkan sebesar Rp102 miliar pada tahun 2012 ini meningkat menjadi Rp122.145.500.000,” kata Eduar.Menurut mantan Kadis Ciptakarya dan Tataruang ini, telah terjadi penambahan dana sebesar Rp20 miliar dan dana tersebut murni milik masyarakat dan tidak akan dikembalikan ke Pemerintah Daerah. Sangat tidak mustahil, dengan tingkat keseriusan masyarakat dalam memanfaatkan dana UED-SP, maka dana yang bergulir di tengah-tengah masyarakat akan terus meningkat. Sehingga pada akhirnya, desa bisa benar-benar mandiri dan kesejahteraan masyarakat pun bisa benar-benar meningkat.Dana UED-SP tersebut hanyalah satu dari sekian banyak program Pemerintah Daerah diera kepemimpinan Bupati Bengkalis yang pro rakyat. Kebetulan pula program ini pada awalnya memang merupakan buah pemikiran Bupati Bengkalis saat masih menjadi pejabat di Riau. Artinya, program UED-SP bukan sekedar program uji coba, tapi memang sudah benar-benar teruji dan terbukti bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.“Tentu saja dengan catatan bahwa masyarakat benar-benar menyadari bahwa dana yang digulirkan Pemerintah Daerah ini benar benar harus dimanfaatkan untuk tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Bayangkan, kalau tahun pertama saja sudah 12.365 orang yang bisa memanfaatkan dana UED-SP ini, maka dalam beberapa tahun kedepan, akan semakin meningkat lagi jumlahnya,” papar Eduar seraya menambahkan, tidak mustahil suatu saat tingkat kemiskinan di Kabupaten Bengkalis benar-benar bisa ditekan sekecil mungkin. Meskipun demikian, Eduar menambahkan, seluruh pihak yang tekait dengan pengelolaan dana UED-SP tetap harus bekerja dengan serius. Untuk itu pulalah BPMPD menggelar Pelatihan Manajemen Pengelola UED/K-SP Bagi Pemegang Otoritas. Dirinya berharap, para pengelola UED/K-SP termasuk di dalamnya para kepala desa bisa memahami secara mendalam bagaimana cara mengelola dana UED/K-SP ini.“Bagi desa-desa yang berhasil memanfaatkan dana UED-SP dengan baik, maka akan diberikan reward berupa penambahan dana UED-SP. Sebaliknya, kalau ada desa yang kurang bisa memanfaatkan dana UED-SP maka tahun berikutnya jatah untuk desa tersebut akan kita kurangi. Jadi ada reward ada punsihment,” tutupnya. (jfk)