SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ratusan masyarakat dari 3 desa di Kecamatan Tebing Tinggi Timur (3T), Desa Teluk Buntal, Desa Tanjung Gadai, dan Desa Kepau Baru, Kamis (14/8/2014) memadati Posyandu Mawar di Desa Teluk Buntal. Mereka antusias mengikuti program CSR PT NSP yang bekerjasama dengan UPT Puskesmas Selatpanjang dalam bentuk pengobatan gratis.
Ketua UPT Puskesmas Selatpanjang, dr H Joko Santoso, yang kebetulan hadir pada saat pengobatan gratis itu, mengatakan setidaknya mereka turun sekitar 30 tenaga yang terdiri dari 4 dokter, sisanya bidan, perawat, dan apoteker. Joko juga berharap, kalau bisa program serupa dari PT NSP ini bisa diadakanlah setiap tahun.
"Kita periksa dulu apa keluhan pasian, kalau memang harus dapat penanganan selanjutnya ya kita sarankan ke Pustu unit pemerintah. Kalau perlu dirujuk ya harus dirujuk ke puskesmas Selatpanjang, nanti diteruskan rujukannya hingga ke RSUD kalau memang perlu. Intinya harus berjenjang lah," kata Joko.
Joko juga mengatakan adapun sasaran mereka memberikan pengobatan gratis hari itu adalah supaya masyarakat mengerti hak-haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, di tempat terpisah, Humas PT NSP, Setyo Budi Utomo mengatakan, pengobatan gratis ini merupakan program CSR perusahaan. Adapun target mereka di 3 desa yang dijadikan dua titik. Titik pertama pengobatan untuk Desa Teluk Buntal dan Desa Tanjung Gadai yang digabungkan menjadi satu di Posyandu Mawar Desa Teluk Buntal. Sedangkan titik kedua berada di Desa Kepau Baru.
"Alhamdulillah dengan melibatkan puluhan tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Selatpanjang ini kita bisa memberikan pengobatan gratis melalui program CSR perusahaan," kata Budi.
Pantauan di Posyandu Mawar Desa Teluk Buntal, ratusan masyarakat sudah mulai memadati tenda yang disediakan di samping Posyandu. Rata-rata pasien berusia 30 tahun ke atas baik laki-laki maupun perempuan. Namun, ada juga beberapa orang anak-anak.
Usai diperiksa dokter, pasien langsung diberikan obat-obatan.
Selain pengobatan gratis ini, juga ada penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh dr Feldi Widianto mengenai bahaya penyakit TBC. Kemudian dilakukan tanya jawab antar masyarakat setempat (calon pasien, red) dengan dr Feldi.
***