RENGAT - Wanita muda, sebut saja namanya Bulan (21), warga Kulim VIII, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau diduga menjadi korban pemerkosaan orang tak dikenal (OTK).

Akibatnya, mengalami trauma dan pendarahan hebat dan terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas Seberida untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Mirisnya, korban diketahui tengah hamil muda calon anak pertama dari hasil pernikahan dengan suaminya pada beberapa bulan lalu.

Peristiwa memilukan itu dialami korban pada, Sabtu (20/5/2017) sekira pukul 08.00 WIB, saat suaminya sudah pergi bekerja ke salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada didaerah itu.

"Kejadian itu dialami korban disaat dirinya tengah sendirian di rumah kontrakan itu. Karena kondisi rumah agak sedikit terpencil, jadi tidak ada tetangga yang melihat atau mendengar suara korban minta tolong," kata salah seorang warga setempat, Minggu (21/5/2017).

Dikatakan sumber GoRiau.com itu, pelaku yang tidak dikenal korban itu masuk melalui jendela rumah korban. Untuk menutupi wajahnya, pelaku itu menggunakan helm yang kacanya tertutup.

Begitu memasuki rumah korban, pelaku langsung menggerayangi tubuh korban. Karena tenaga pelaku cukup kuat, sementara badan pelaku yang kecil tidak mampu melakukan perlawanan saat pelaku mencekik leher korban, tutur sumber itu.

Usai melampiaskan nafsu bejadnya, pelaku langsung kabur dan meninggalkan korban dalam keadaan tidak berdaya. Setelah mencoba bangkit, korban langsung berteriak minta tolong. Warga yang mendengar langsung menuju rumah itu dan melakukan pertolongan, terangnya.

"Warga yang mendengar jeritan korban langsung menolong dan melarikan korban ke Puskesmas Pangkalan kasai. Korban mengeluarkan banyak darah, hal itu diduga akibat pendarahan yang dialaminya," jelasnya.

Dan dari keterangan korban, pelaku yang menggunakan helm tertutup itu memiliki perawakan kurus tinggi. Ia datang ke rumah korban dengan menggunakan sepeda motor," pungkas sumber itu.

Sementara itu Kapolsek Seberida, Kompol SBS Tambunan, ketika dikonfirmasi awak media via selulernya, Minggu (21/5/2017) mengaku bahwa, sejauh ini pihaknya belum ada menerima laporan terkait kasus pemerkosaan tersebut.

"Hingga saat ini, kita belum ada menerima laporan terkait kasus pemerkosaan itu. Jika benar ada, kita harap pihak korban dapat membuat laporan ke Polsek Seberida dan kita tunggu laporannya," jawab Tambunan singkat.(Jef)