
PEKANBARU - Masjid Jami' Koto Pangean adalah salah satu masjid tua di Kuantan Singingi dan mungkin juga di Riau. Masjid kebanggaan masyarakat Pangean ini, konon mulai dibangun pertama kali pada tahun 1013 Masehi. Namun kondisinya tetap megah di tengah pemukiman masyarakat.
Masjid yang sebelumnya terbuat dari kayu dan pelepah enau ini pernah lapuk, sehingga diperbaharui sekitar tahun 1931 Masehi. Kendati sudah dipugar, namun bangunan masjid lama dan yang baru ini tidak jauh berbeda, karena tidak mengurangi makna yang ada dari setiap sisi bangunan.
Masjid yang berada di Desa Koto Tinggi ini tetap dipertahankan keasliannya oleh masyarakat setempat, meskipun umurnya sudah sangat lama. Selain bagian loteng yang sempat diperbarui, pagar masjid ini sekarang juga sudah dibangun baru.
Menariknya dari bangunan masjid ini, terdapat 33 pintu mengelilingi sekaligus mencerminkan 33 kali umat Islam berzikir, bertasbih dan bertahmid untuk mengingat Allah SWT. Pada bagian atap ada lima jenjang menggambarkan rukun Islam.
Sedangkan bagian dalam masjid juga terdapat tiang yang paling besar berdiri di tengah alias tiang mocu. Tiang ini bila dilingkari dengan tangan orang dewasa, setiap tangan tidak menyatu.
Kemudian, tiang mocu dipagari oleh empat tiang yang ukurannya masing-masing sama, tetapi lebih kecil. Tiang mocu yang berdiri di tengah masjid bersama empat tiang, cerminan adat-istiadat yang ada di Kenegerian Pangean.
Kemudian, di atas sebelum loteng, satu tiang mocu dan empat tiang mengelilingi berdiri di tengah masjid, bermaksud agar bangunan masjid ini berdiri tegak dan kokoh. Lima tiang disanggah dengan 16 batang kayu satu sama lain saling bertaut.
Sekeliling masjid terdapat pula makam para imam dan penyiar agama Islam di Kenegerian Pangean.
Masjid Jami' yang berada di desa Koto Tinggi Pangean tersebut sampai saat ini masih digunakan masyarakat Muslim tempat beribadah, meskipun tidak pernah diperbesar pada bagian dalam.***