PELALAWAN, GORIAU.COM - Karena mengaku maju di ajang Pilgub Riau 2013 dengan maksud untuk memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Riau, menurut LE, ia bersama tim yang dipimpinnya berusaha merancang program-program yang dinilai dibutuhkan oleh masyarakat Riau, yang kemudian dijabarkan ke dalam 4 Pilar.

Sambil menenteng sobekan sebuah koran harian, seorang pria tua yang semua rambutnya sudah memutih mendekat ke arah Ir. H. Lukman Edy M.Si. yang sedang duduk-duduk di sebuah warung dengan sejumlah orang di KM 4 Pasar Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Selasa (20/8/2013).

Sambil menunjuk sobekan koran yang dibawanya, pria tua bernama Marno itu mempertanyakan ke LE -begitu Lukman Edy akrab disapa - apakah semua materi yang dimuat di koran itu bisa dipertanggungjawabkan? ''Apakah semua kata-kata ini tidak sekadar pemanis belaka, untuk kemudian dilupakan begitu saja setelah terpilih?'' tanya Marno LE, yang disaksikan sejumlah orang.

Yang dipertanyakan Marno adalah iklan pasangan Lukman Edy dengan Suryadi Khusaini yang dimuat koran harian itu. Dalam iklan itu dimuat 4 Pilar yang menjadi andalan pasangan yang akrab disebut dengan Lurus itu. Yaitu, bantuan dana masing-masing Rp2 miliar/desa, pendidikan kesarjanaan gratis bagi semua anak Riau, kebun untuk rakyat, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

LE datang ke Pelalawan untuk memenuhi jadwal kampanyenya sebagai salah satu calon yang maju di ajang Pilgub (Pemilihan Gubernur) Riau 2013. Dalam kesempatan itu, LE antara lain didampingi oleh anggota DPRD Riau dari PKB Riky Hariansyah, Ketua DPC PKB Siak Muhtarom, Ketua DPC PDI Perjuangan Siak Pieter Marpaung, Ketua DPC PKPI Siak Nikon, dan sejumlah caleg dari PKB.

Ke LE, Marno menitikberatkan program kebun untuk rakyat, yang masing-masing akan dialokasikan 2 hektar/KK (kepala keluarga). ''Apakah program ini bisa dipertanggungjawabkan?'' tanya Marno. Dikatakan, karena sudah diumumkan di media massa, seyogianya program yang diumumkan tersebut bisa dipertanggungjawabkan, baik secara moral maupun hukum.

LE dengan pasti menyatakan bahwa semua yang diumumkan di koran itu sudah diperhitungkan secara matang, dan bisa dipertanggungjawabkan. ''Itu bukan janji politik,'' kata LE. Kendati yang mengeluarkan pernyataan tersebut adalah kalangan politisi, tapi LE mengaku pihaknya bisa mempertanggungjawabkan pernyataan itu, baik secara keduniawiaan maupun di hadapan Allah SWT.

''Tidak ada yang perlu Bapak ragukan dalam soal ini,'' tandas LE. Karena mengaku maju di ajang Pilgub Riau 2013 dengan maksud untuk memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Riau, menurut LE, ia bersama tim yang dipimpinnya berusaha merancang program-program yang dinilai dibutuhkan oleh masyarakat Riau, yang kemudian dijabarkan ke dalam 4 Pilar.

Apa reaksi Marno? Karena sudah mendapat kepastian bahwa semua program Lurus bukan janji belaka, ''Saya bertangggung jawab memperbanyak koran ini, untuk kemudian saya pula yang akan menyebarkan ke tengah masyarakat,'' kata Marno, sambil memuji LE yang berkampanye dengan cara berdialog langsung dengan masyarakat, bukan jenis kampanye yel-yel yang lebih sarat dengan muatan seremonial.

Kepada LE, Marno juga mengaku heran dengan sikap sejumlah politisi lain yang lebih suka menggunakan cara-cara yang cenderung kolosal untuk menarik simpati massa. ''Dari mana mereka dapat uang sebanyak itu untuk menggalang massa begitu banyak?'' tanyanya. Marno malah mencemaskan, kalau kandidat seperti itu kelak dipercaya menjadi pemimpin akan melakukan segala secara semua cost politik yang telah dikeluarkan. (rls)