
PERAWANG, GORIAU.COM - Kalau daerah-daerah dengan APBD kecil mampu memberikan pendidikan gratis sampai ke jenjang SMTA, kita di Provinsi Riau sebagai daerah kaya mesti memiliki kemampuan lebih dari itu.
Calon Gubernur Riau Ir HM Lukman Edy M.Si. ingin meringankan beban ekonomi keluarga di Provinsi Riau dengan jalan mengambil-alih biaya pendidikan anak-anak sampai ke jenjang perguruan tinggi. ''Insya Allah, kalau kelak terpilih, serahkan biaya pendidikan semua anak-anak Riau ke pemprov,'' katanya.
Ketika blusukan di Pasar Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Selasa (20/8/2013); tokoh yang akrab dipanggil dengan LE ini menjelaskan bahwa salah satu yang sering menjadi beban bagi keluarga adalah ketika melanjutkan pendidikan anak-anak ke jenjang perguruan tinggi. ''Kalau untuk sampai tingkat SMTP dan SMTA saja, mungkin tidak menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat,'' katanya.
Parahnya lagi, menurut mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di KIB (Kabinet Indonesia Bersatu) Jilid I ini, yang paling merasakan beban tersebut justru adalah kalangan ibu rumah tangga. Tidak jarang pula ada di antara keluarga yang terpaksa menjual atau manggadaikan aset-aset ekonomi yang berharga untuk biaya melanjutkan pendidikan anak-anak ke jenjang pendidikan tinggi.
Melalui 4 Pilar yang menjadi program andalannya, kandidat yang berpasangan dengan calon wakil gubernur Suryadi Khusaini ini mengatakan bahwa kalau ia kelak bersama pasangannya terpilih di ajang Pilgub (Pemilihan Gubernur) Riau 2013, akan mengambil alih beban semua keluarga di Riau untuk melanjutkan pendidikan anak-anak sampai ke jenjang perguruan tinggi.
''Anggaran daerah kita dari tahun ke tahun cukup mendukung untuk melaksanakan program pendidikan kesarjanaan gratis bagi semua anak-anak Riau,'' kata LE ketika berdialog dengan seorang pedagang di Pasar Perawang. Kalau daerah-daerah dengan APBD kecil mampu memberikan pendidikan gratis sampai ke jenjang SMTA, ''Kita di Riau sebagai daerah kaya mesti memiliki kemampuan lebih dari itu,'' tambahnya.
Selain dalam upaya meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) Riau, menurut LE, program itu digelindingkan didasarkan dengan pertimbangan bahwa untuk kondisi saat ini -terlebih beberapa tahun ke depan - pemegang ijazah setingkat SMTA hampir tidak diperhitungkan lagi di pasaran kerja. ''Kalau sampai ada di antara anak kita yang tidak kuliah, mau jadi apa dia kelak?'' tanyanya.
Agar pelaksanaan program pendidikan kesarjanaan gratis ini berjalan efektif, menurut LE, pihaknya tidak akan memberikan langsung dana ke orangtua yang anaknya akan masuk kuliah. ''Kita akan menjalin kerja sama dengan semua perguruan tinggi yang ada, khususnya di Provinsi Riau,'' sebut LE. ''Anak Bapak dan Ibu-ibu tak perlu lagi memikirkan biaya, karena sudah ditanggung oleh pemprov,'' ia menambahkan.
Langkah itu, tambah LE, juga dimaksudkan untuk menekan sedemikian rupa angka anggota masyarakat Riau yang terpaksa menjual aset berharga hanya demi melanjutkan pendidikan anak-anaknya ke jenjang pendidikan tinggi. ''Sayang kalau aset yang selama ini menjadi sumber ekonomi harus terjual atau tergadai, padahal semestinya ditambah dari kondisi yang ada,'' sambung LE. (rls)