SELATPANJANG, GORIAU.COM - Budaya Angpao atau bungkusan merah berisikan uang di negara kita banyak disalah artikan sebagai suap atau kolusi. Sebenarnya budaya Angpao hanya ada pada perayaan Imlek sebagai pemberi rezeki dan doa sukses.

Demikian disampaikan Tokoh Masyarakat Tionghoa Selatpanjang yang juga Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa (PSMTI) Indonesia Kabupaten Kepulauan Meranti, Grace SAg, kepada wartawan, Selasa (28/1/2014).

"Sebenarnya Angpao itu hanya untuk Imlek, tapi di negara kita banyak disalah artikan," kata Grace.

Dijelaskan Grace pula, sebenarnya budaya Angpao itu hanya ada pada perayaan Imlek, orang tua yang membagikan uang dengan Angpao, artinya memberikan rezeki dan doa sukses kepada anaknya atau seorang majikan yang membagi rezeki kepada bawahannya.

"Dulu seorang raja memberi Angpao kepada menterinya, diyakini Angpao dapat memberikan kemurahan rezeki, dan memperoleh keselamatan," ungkap Grace lagi.

Menurut Grace pula, sebenarnya selain budaya pembagian Angpao pada Imlek, ada juga budaya makan bersama (Tuan Yuan Fan), dan Budaya Kue Keranjang (Nian Gao) dan ornamen tulisan tionghoa berwarna merah.(zal)