PEKANBARU, GORIAU.COM - Pada pekan ke-4 tahun 2014, harga Tandan Buah Segar (TBS) kembali mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan harga TBS ini mencapai Rp 40,18/kg. Harga ini berlaku dalam seminggu ke depan yaitu dari tanggal 29 Januari sampai dengan 4 Februari 2014.

Kenaikan itu diputuskan dalam rapat Tim Penetapan Harga TBS Disbun Ria yang dilaksanakan di aula kantor Disbun Riau, Pekanbaru, Selasa (28/1), yang dipimpin oleh Sekretaris Tim Pelaksana, Ir. Rusdi M.MA.

Dalam rapat tersebut diputuskan harga untuk TBS per umurnya yaitu, Untuk umur 3 tahun yaitu Rp 1.411,13/kg, umur 4 tahun adalah Rp 1.576,10/kg, umur 5 tahun adalah Rp. 1.686,67/kg, umur 6 tahun adalah Rp 1.736,01/kg, umur 7 tahun yaitu Rp 1.802,35/kg, umur 8 tahun adalah sebesar 1.858,52/kg, umur 9 tahun adalah sebesar Rp. 1.918,03/kg dan umur 10 keatas adalah Rp. 1.971,65/kg.

Sedangkan untuk harga CPO juga mengalami kenaikan dari yang sebelumnya adalah sebesar Rp 8.630,70/kg menjadi Rp 8.833,28/kg. Dan Palm Kernel Oil (PKO) mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp. 5.626,46/kg menjadi Rp. 5.769,18/kg dengan indeks K nya adalah 88,57 persen.

Sekretaris Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS, Ir Rusdi M.MA, mengungkapkan kenaikan harga TBS ini merupakan imbas pelemahan nilai tukar Ringgit Malaysia atas Dollar AS. Menurutnya, pada minggu yang lalu nilai tukar ringgit Malaysia hanya berada pada level RM 3,20-3,30 per dollarnya, sedangkan pada pekan ke-4 ini harga ringgit Malaysia turun hingga angka RM 3,34 per dolarnya.

Dengan penurunan nilai tukar ringgit ini, menyebabkan pasar berjangka Malaysia lesu dan CPO Malaysia tidak banyak diperdagangkan ke luar negeri. Perusahaan CPO Malaysia berinisiatif untuk mengolah sendiri bahan baku nya dan akan menjual dalam bentuk barang jadi dan dipasarkan ketika harga Ringgit telah naik nantinya.

Penurunan nilai tukar ringgit ini direspon positif oleh perusahaan pengolah CPO di Riau. Jika dibandingkan total ekspor CPO dari 5 perusahaan sumber data dari minggu sebelumnya dengan sekarang maka mengalami kenaikan hingga 6.347.859 kg dari minggu sebelumnya yaitu 9.222.400 kg menjadi 15.570.259 kg pada minggu ini. Sedangkan untuk PKO juga mengalami kenaikan nilai ekspornya yaitu sebesar 746.233 kg dari angka 2.756.033 kg menjadi 3.502.266 kg pada minggu ini.

"Selain itu diprediksi juga bahwa dalam jangka waktu 3 bulan ke depan stok CPO Malaysia akan mengalami penurunan, dan pasar global berinisiatif untuk mencari sumber bahan baku yang lainnya seperti Indonesia. Untuk itu harga CPO Indonesia mengalami kenaikan"ujar Rusdi. (rls)