
SIAK – Kematian seorang anak berusia enam tahun berinisial FA di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, membuka tabir kelam rapuhnya pengendalian emosi dalam pengasuhan keluarga. Korban menghembuskan napas terakhir usai dirawat akibat dugaan kekerasan fisik di lingkungan terdekatnya.
Rentetan kejadian memilukan ini bermula dari hilangnya kesabaran sang ibu tiri, SA, saat mengasuh. Dugaan kekerasan tersebut diketahui terjadi di kediaman mereka kawasan Kampung Kerinci Kiri.
"Dari hasil penyelidikan, korban diduga beberapa kali mengalami kekerasan fisik dalam rentang waktu tiga hari sebelum meninggal dunia," urai Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, Senin (11/5/2026).
Ketidakmampuan mengelola emosi diduga menjadi pemicu tindakan fatal. Selasa (5/5/2026), hilangnya kendali bermula saat korban dianggap terlalu lama bermain di rumah tetangga. Pelaku menggunakan sebatang kayu bulat sepanjang 30 sentimeter mengenai area tulang kering. Sehari berselang, Rabu (6/5/2026), tekanan psikologis pengasuhan kembali memicu tindakan fisik di bagian punggung saat mendapati korban buang air besar di celana.
Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, permasalahan penolakan makan berujung pada insiden paling berat. Benda keras berupa batu bata mengenai area kepala bagian kiri dan kanan korban saat berada di dalam rumah.
Akibatnya, FA mengalami kejang dan kehilangan kesadaran. Keluarga sempat berupaya menyelamatkan nyawa sang anak melalui penanganan medis awal di Puskesmas Sei Kijang sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Selasih.
Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.30 WIB. Kecurigaan menyeruak ketika pihak keluarga menemukan sejumlah memar di bagian kepala, kaki, dan rusuk saat memandikan jenazah, yang kemudian mendorong mereka melaporkan kejadian ini untuk mencari keadilan. ***