
KAMPAR, GORIAU.COM - Keluarga Adaran Kurniawan (7), korban meninggal setelah terjatuh ke lubang galian pembangunan tower PT Telkomsel di Perumahan PKS PTPN 5 Sei Tapung, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, berencana akan melapor ke kepolisian karena tidak ada niat baik pihak Telkomsel untuk menyelesaikan perkaranya. Menurut keluarga korban, Telkomsel tidak peduli dan terkesan lepas tangan dengan kondisi korban pasca terjatuh ke lubang galian tower.
Seperti diberitakan sebelumnya, bocah berumur tujuh tahun, bernama Adaran Kurniawan (7) tewas karena terjatuh ke lubang galian proyek tower milik salah satu perusahaan telekomunikasi, PT Telkomsel yang berada di Perumahan PKS PTPN 5 Sei Tapung, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar. Meski korban tewas, namun perusahaan telekomunikasi tersebut tidak memberikan perhatian.
Peristiwa itu terjadi dua minggu lalu, Senin (23/12/2013). Saat itu, Adaran Kurniawan, anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan suami istri, Jamil Suherdin dengan Ema Deni atau biasa dipanggil Erma, bermain di lokasi itu. Mereka tidak tahu ada galian lobang tower di daerah tersebut.
Saat itu sekitar pukul 08.00 Wib, bersama teman-temannya, Adaran main lempar-lemparan, namun tiba-tiba Adaran terjatuh le lobang galian yang tidak ditutup dan ditinggal pergi begitu saja oleh pemilik proyek. Dengan pertolongan warga, Adaran dibawa ke rumah sakit, namun karena luka serius, akhirnya dia tewas di rumah sakit.
''Sampai hari ini, tidak ada niat baik Telkomsel untuk menyelesaikan persoalan ini,'' ujar orang tua korban, Adaran Kurniawan, Erma Deni didampingi suaminya, Jamil Suherdin di rumahnya, Selasa (7/1/2013),.
Dikatakan, perusahaan itu membiarkan anaknya tenggelam di lubang tower meski semula salah seorang pengurus proyek itu bernama Sukri dan empat orang kawannya datang ke rumah mengajak untuk berdamai, tapi hingga kini tak ada lagi ujungnya.
''Kalau tiak datang orang itu hari ini, nanti malam saya akan melapor ke polisi, maklum kami tidak tahu hukum. Katanya berdamai, tapi kok sampai sekarang tak muncul-muncul juga,'' kata Erma dengan kucuran mata.
Sambil terisak-isak, Erma meminta pertolongan pada semua pihak agar Polri segera memproses kejadian menimpa anaknya. Ia mengatakan pihak Telkomsel menganggap sepele tewasnya orang lain meski itu terjadi di proyek mereka. (srt)