
PEKANBARU - Jika selama ini, calon gubernur atau wakil gubernur pergantian antar waktu harus mengantongi rekomendasi dari partai pemenang, tapi ternyata yang satu ini unik. Adalah Budiarti Nahar Effendy, seorang warga Pekanbaru yang nekat mendatangi kantor Gubernur Riau dan mencalonkan jadi wakil gubernur hanya bermodalkan rekomendasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Riau. Ia datang ke kantor gubernur mengenakan pakaian bergamis rapi sekitar pukul 11.30 WIB, Jumat (2/9/2016) siang.
Dalam berkas rekomendasi yang ditandatangani Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia dan Sekretaris PWI Riau Eka Putra beserta stempel basah dengan nomor surat 1823/PWI-R/V/2016, disebutkan bahwa Budiarti yang berjuluk Srikandi Riau direkomendasikan sebagai figur yang baik berintegritas, memiliki kredibilitas sebagai aktivis dan tokoh wanita yang berwawasan serta agamis sebagai calon Wakil Gubernur Riau.
Lalu, siapa sosok Budiarti Nahar Effendy itu?
Berdasarkan sebundel berkas profil yang diberikannya kepada GoRiau.com, Budiarti merupakan wanita kelahiran Jakarta, 25 Januari 1961 dan kini menetap di Jalan Rasamala Pekanbaru.
Ia ternyata aktif dalam kegiatan organisasi dan politik, diantaranya menjabat sebagai Ketua DPD Provinsi Riau Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) tahun 2003, Kader Munas Partai Buruh di Jakarta tahun 2006, mencalonkan Wagubri tahun 2008.
Wanita pengagum Bung Karno tersebut juga melampirkan Kartu Anggotanya sebagai kader Partai Golkar dengan NPAPG nomor 10130209131 yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar sebelumnya, Aburizal Bakrie.
Jika dilihat dari profil pekerjaannya, Budiarti merupakan Komisaris PT Budiarti Adi Guna, Ketua Yayasan Budiarti Nusantara, dan Pemilik Perkebunan Sawit PT BAG Pola Plasma Inti Ekstran di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Rohul.
Yang tak kalah mengejutkannya, Budiarti turut melampirkan silsilah dirinya dengan Kerajaan Siak Sri Indrapura yang dimulai dari Mohd Syech (Datuk Dewa Lela Pahlawan) yang merupakan petinggi Kerajaan Siak era Kesultanan yang Kesebelas Sultan Syarif Hasyim sampai ke Sultan Siak Keduabelas Sultan Syarif Kasim II. Dimana, Mohd Syech mempunyai tujuh istri dan lima orang anak salah satunya adalah Nahar Effendy yang merupakan ayah Budiarti. Yang kala itu menjabat sebagai petinggi di bidang hukum Kerjaan Siak pada era Sultan Syarif Kasim II.
Adapun beberapa anugerah yang pernah diterimanya yaitu Srikandi Riau dan Srikandi Budiarti Pertiwi dari Paguyuban Bangun Mitro (Masyarakat Jawa) di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu. ***