
PEKANBARU - Bencana tanah longsor akibat abrasi parah melanda kawasan Pasar Lama, Jalan Melati RT 001/RW 002, Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (17/6/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ini merusak empat unit rumah milik warga setempat.
Insiden di Kecamatan Enok ini terjadi hanya berselang sehari setelah bencana serupa menerjang pesisir Kelurahan Kuala Enok di Kecamatan Tanah Merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam musibah kali ini karena bangunan rumah hanya mengalami kerusakan kategori ringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, R Arliansyah menjelaskan bahwa pergeseran daratan tersebut dipicu oleh kikisan arus air yang terjadi secara terus-menerus. Karakteristik lingkungan di lokasi kejadian juga mempercepat proses penurunan permukaan tanah.
"Longsoran tanah di tepi sungai, tak ada korban jiwa. Empat rumah terdampak tapi cuma rusak ringan," kata Arliansyah.
Berdasarkan data pendataan di lapangan, empat kepala keluarga yang rumahnya terdampak meliputi Suhaimi dengan tiga jiwa, Abdurrahim dua jiwa, dan Baharuddin dengan dua jiwa. Selain itu, kerusakan juga menimpa kediaman Ahmad Safriansyah yang dihuni empat jiwa, termasuk seorang bayi yang baru berusia sembilan bulan.
Meski menghantam area pemukiman padat, kerusakan dipastikan tidak meluas ke sektor publik. Petugas di lapangan memperkirakan kerugian materi akibat kejadian ini berada di kisaran puluhan juta rupiah.
"Untuk fasilitas umum tak ada yang terdampak," ungkap Arliansyah lagi. Perkiraan total kerugian materi akibat kerusakan bangunan rumah warga tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. ***