
PEKANBARU - Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa memulai kegiatan Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) tingkat Provinsi Riau, Sabtu (2/4/2016). Lomba membaca kitab kuning ini berlangsung di Pondok Pesantren Al Kautsar, Jalan Hangtuah, Kulim, Pekanbaru.
Berdasarkan laporan dari Ketua Panitia MQK Garda Bangsa, Saiful Fadilah, lomba kitab kuning untuk wilayah Riau akan berlangsung Minggu (3/4/2016) diikuti sebanyak 53 peserta dari berbagai pesantren di Riau.
"Lomba yang digelar DKW Garda Bangsa Riau ini hanya merupakan babak penyisihan untuk mencari 4 perwakilan dari Riau yang akan dikirim pada lomba tingkat nasional di DKN Garda Bangsa di Jakarta," kata Saiful Fadilah.
Ketua DPW PKB Provinsi Riau Abdul Wahid yang membuka MQK menyampaikan apresiasi dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Melalui lomba kitab kuning ini diharapkan mampu menggelorakan semangat agama di tengah masyarakat.
"Saat ini minim minat anak muda untuk menggeluti khazanah pengetahuan pesantren, terutama dalam kajian kitab kuning mulai berkurang. Melalui ini kami berharap gelora dan semangat untuk memahami agama secara benar, kembali bangkit di tengah masyarakat," kata Abdul Wahid.
Ia menyebutkan, pada masa saat ini, masyarakat terlalu mudah mendapatkan pelajaran agama melalui internet dan kecanggihan teknologi sebagainya. Namun, terkadang, tidak semua yang didapat melalui kemudahan itu, menghasilkan pemahaman agama yang benar.
"Karena itu, melalui acara ini tentu, kita juga mengharapkan adanya pemahaman yang dalam tentang agama. Terutama generasi muda, sehingga ini juga berperan menangkal masuknya paham radikalisme karena pemahaman yang salah tentang agama tersebut," tutupnya.
Wahid berharap kegiatan ini mampu menjawab krisis teori dan qaidah hushuliyah dalam melihat persoalan bangsa.(*/rul)