PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Dinas Koperasi Pemerintah Kabupaten Pelalawan mencatat di daerah ini terdaftar ada sebanyak 237 koperasi. Namun yang aktif hanya sekitar 60 koperasi saja.

Dari 60 koperasi tersebut, bahkan diperkirakan hanya 20 saja yang akan turut serta dalam memeriahkan HUT Koperasi ke 66 di tahun 2013 ini.

"Berbagai perlombaan ini kami selenggarakan memang berkenaan dalam merayakan HUT Koperasi yang ke 66," kata Kepala Dinas Koperasi pelalawan, Dr Milyono, pada media ini di lapangan Kompleks Bhakti Praja, Rabu (21/8/2013).

Milyono mengatakan bahwa dalam rangka HUT ke 66 ini, maka pihaknya menggelar berbagai serangkaian kegiatan diantaranya tarik tambang, futsal, jalan santai, volly bal dan lomba-lomba lainnya digelar. "Kurang-lebih ada sekitar 20 koperasi yang ikut berpartisipasi dalam pertadingan ini," ujarnya.

Disinggung soal jumlah koperasi di daerah ini sendiri, Milyono mengatakan bahwa sampai saat ini ada sekitar 237 koperasi yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, koperasi yang aktif tak lebih dari setengahnya yakni hanya 60 koperasi.

"Hal ini karena besarnya jumlah koperasi di daerah ini ternyata tak diimbangi dengan kemampuan manejerial pengurus koperasi. Sehingga yang terjadi, tiga perempat dari koperasi yang ada hanya memiliki papan nama saja. Karena itu, dari jumlah koperasi yang ada di daerah ini, tak lebih dari setengahnya saja yang aktif," ungkapnya.

Berdasarkan standar dari Kementerian Koperasi, sambungnya, maka koperasi yang sehat adalah koperasi yang dikelola secara profesional dan dapat melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dan jika koperasi tersebut tak mampu melaksanakan RAT maka dapat dikatakan koperasi itu sakit.

"RAT itu mengindikasikan bahwa pengelolaan koperasi itu dilaksanakn secara transparan, pengurus dapat mempertanggung jawabkan kepercayaan anggota dengan melaporkan pembukuan selama satu tahun kepada anggota," tandasnya.

Dengan banyaknya koperasi yang berada dalam kondisi sakit seperti saat ini, lanjutnya,  maka bukan berarti Diskop dan UMKM Kabupaten Pelalawan segera melakukan amputasi kepada koperasi yang tidak sehat itu. Namun pihak Diskop akan mengedepankan upaya penyehatan dengan memberikan berbagai pembinaan kepada seluruh koperasi yang ada.

"Tentunya saya mengutamakan upaya penyehatan koperasi, 164 koperasi yang sakit itu akan kita upayakan disehatkan. Kita akan beri pembinaan dan pelatihan," katanya.

Untuk itu, masih kata Milyono, salah satu terobosan dan inovasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pelalawan guna menyehatkan usaha koperasi di Kabupaten Pelalawan adalah dengan berbagai langkah penguatan internal koperasi. Salah satunya dengan program pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan kepada 233 koperasi yang ada.

"Pembinaan diintensifkan kepada koperasi yang sakit, sampai mereka mandiri dan mampu melaksanakan RAT, begitu juga koperasi yang sehat, kita tetap dampingi. Pendampingan kepada koperasi dilakukan oleh satu orang pegawai Diskop dan UMKM  akan diberi tugas mendampingi 7-8 koperasi, saat ini kita tengah melatih petugas penyuluh koperasi lapangan nanti mereka bekerja dibawah koordinasi camat," ungkapnya.

Ditambahkannya, dengan berbagai langkah pembinaan dan pendampingan yang dilakukan Diskop dan UMKM Kabupaten Pelalawan kepada koperasi yang ada diharapkan minimal jumlah tiga digit koperasi yang ada di Kabupaten Pelalawan mampu melaksanakan RAT.(ilm)