PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, dampak kabut asap di Riau benar-benar sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahkan efeknya 'memaksa' sekolah harus diliburkan.

"Ini merupakan yang pertama terjadi di Indonesia, sekolah diliburkan karena asap," kata Andi Rachman saat 'Launching' Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin (22/6/2015).

Penerapam TMC dan kanal blocking ini, dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hadir dalam acara launching itu, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Danrem, Danlanud, perwakilan BPPT, Kemen LHK dan lainnya.

Andi mengatakan, dengan penerapan TMC dan kanal blocking ini, bencana Karhutla yang terjadi 17 tahun di Riau dapat diatasi seperti tahun 2014 lalu. "Kami dan seluruh masyarakat, tentunya mengucapkan terima kasih. Kita Pemprov Riau dan Forkopimda dengan Satgas yang dibentuk, siap mendukung," katanya.

Sementara Kepala UPT Hujan Buatan BPPT RI, Heru Widodo menyampaikan, bahwa TMC ini adalah suatu bentuk upaya intervensi manusia pada sistim awan untuk mengkondisikan cuaca agar perilaku mengarah sesuai dengan yang dibutuhkan. Umumnya adalah, untuk meningkatkan intensitas curah hujan.

TMC dilakukan dengan proses alamiah yang terjadi di alam awan. Sejumlah partikel hogroskopik yang dibawa dengan pesawat sengaja ditambah langsung ke dalam awan jenis Cumulus (awan hujan), agar proses pengumpulan tetes air di dalam awan segera dimulai.

Untuk mendukung TMC, BPPT diliengkapi satu unit pesawat jenis CN-235 milik TNI AU. Pesawat ini dilengkapi dengan artenis CN295, yaitu konsul untuk penempatan dan pelepasan bahan semai pada pesawat, dengan kapasitas 4 ton garam (NaCI) berbentuk powder.***