PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Polemik diboncenginya acara peresmian rumah sakit gajah di Taman Nasional Tesso Nilo oleh Menteri Kehutanan, oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper terjawab. Menurut Kepala TNTN Kuppin Simbolon, kehadiran direktur RAPP pada acara kunjungan Menteri di TNTN karena dirinya yang mengundang.

Saat itu, Kuppin mengatakan, pihaknya mengundang RAPP sebagai mitra karena kebun Akasia milik RAPP di Ukui berdampingan dengan kawasan TNTN. Dan undangan itu tidak hanya untuk RAPP tetap semua mitra yang yang berdampingan dengan TNTN.

“Ini memang kerjaan kita, dan RAPP memang kita undang, kita berkolaborasi dengan semua mitra, baik masyarakat, begitu juga dengan RAPP, HTI Akasia mereka kan berdampingan dengan lahan kita,” jelasnya.

Terkait dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh Direktur RAPP kepada masyarakat. Dikatakan Kuppin, dia tidak tahu mengenai hal itu, karena saat acara disibukkan dengan banyak urusan terkait kedatangan Menhut yang harus diselesaikan.

“Kemarin saya sangat sibuk, sehingga saya tidak tahu apa apa saja yang diberikan oleh RAPP,'' bebernya

Ketika disinggung banyak fungsi hutan yang berubah fungsi menjadi kebun Akasia, sehingga habitat satwa tergusur, dijelaskan Kuppin, bahwa hal ini memang dapat dilihat saat ini.

''Sangat jelas terlihat saat ini, itulah yang menjadi tugas kita, mari kita duduk bersama semua unsur pemerintah, masyarakat, LSM, dan perusahaan untuk membahas masalah ini, agar kedepannya masalah seperti ini dapat kita rapikan,'' harapnya

Koordinator Tim Flying Squad WWF-Indonesia, Syamsuardi via seluler ketika diminta tanggapannya terkait bantuan yang tidak sepadan diberikan RAPP kepada masyarakat pada kegiatan kunjungan Menhut ke TNTN, Syam sapaan akrab sahabat gajah ini mengatakan bahwa tidak tahu pasti berbentuk apa saja bantuan yang diberikan RAPP itu.

“Saya tidak tahu pasti apa bentuknya, saya lihat ada barang barang berbentuk slang dan pompa di lokasi tapi saya tidak tahu dari siapa itu, kalau ditanya sepadan atau tidak, bantuan itu, saya no comment lah,” tuturnya. (ilm)