PEKANBARU - Kegiatan Bincang Karya yang dilaksanakan Komunitas Seni Rumah Sunting, Sabtu 20 Februari 202, mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satunya Dewan Kesenian Riau (DKR).

Ketua DKR, Taufik Hidayat alias Atan Lasak membantu sound system yang diperlukan Rumah Sunting untuk diskusi dan performance malam itu. ''Tolong dikau bantu sound system untuk Rumah Sunting. Lighting sekalianlah. Segala sesuatunya nanti selesaikan sama aku,'' kata Atan di depan Pembina Rumah Sunting, Kunni Masrohanti dan Koordinator Bincang Karya, Siti Salmah saat datang ke basecamp Rumah Sunting sempena kegiatan Nongkrong Bertuah (Nongkah), Rabu lalu.

Malam Bincang Karya pun bedelau. Dentam dentam musik perkusi yang mendominasi pengisi acara malam itu menjadi lebih jelas. Bie Kibo, Salim Violin dan Miftah Kuala feat Hanif Muis tampil dengan semangat. Karena sesuatu hal, Atan sendiri tidak bisa hadir dan diwakili sekretarisnya, Bambang Wijatmiko.

Dukungan lain juga diberikan BPDAS Inrok, yakni berupa bibit pohon sirsak madu yang dibagikan kepada seluruh peserta Bincang Karya. Sementara itu, DR Afni Zulkifli, tenaga ahli Menteri KLHK RI juga datang membawa 50 tumbler yang juga dibagikan kepada seluruh peserta.

''Tumbler ini sebagai upaya kami untuk mengajak masyarakat agar tidak menggunakan botol plastik atau apa saja yang berbahan plastik. Tolong tumblernya dipakai dan bibit pohon ini ditanam,'' kata Afni.

Dukungan lain yang sama hebatnya juga diberikan oleh pemantik Bincang Karya buku Puisi Para Pendaki Bisik Langit Pasak Bumi, seluruh pengisi acara baik musik mau pun puisi serta seluruhkomunitas yang hadir.

Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan minimal sebulan sekali. Untuk pertama kali, kegiatan ini memperbincangkan buku yang diterbitkan Rumah Sunting tahun lalu dengan melibatkan puluhan pendaki di berbagai wilayah di Indonesia.

Pandemi membuat buku ini baru bisa diperbincangkan setelah mempertimbangkan banyak hal dan tetap dengan menjalankan protokol kesehatan. ''Insyaallah Bincang Karya akan dilaksanakan sebulan sekali. Santai, sambil duduk-duduk dan ngopi. Karena buku Bisik Langit Pasak Bumi yang diterbitkan belum pernah diperbincangkan, makanya kita perbincangan pertama kali. Insyaallah akan menyusul karya-karya lain yang akan diperbincangkan,'' kata Kunni selaku Pembina Rumah Sunting.

Bincang Karya bisa apa saja alias tidak hanya buku. Bisa karya tari, musik, film, buku, musikalisasi puisi atau karya seni lainnya. Tentu dengan pemantik yang berbeda-beda, sesuai dengan keahlian seninya.

Bincang Karya menghadirkan tiga pemantik. Mereka adalah drh Chaidir (panulis/Pendaki), Bambang Kariyawan (sastrawan/penggiat Literasi) dan Zainul Ikhwan (penulis/Pendaki) dengan moderator Siti Salmah (penyair/penggiat Literasi).

''Bincang Karya terlaksana benar-benar berkat kolaborasi. Tanpa mereka semua tidak bisa berjalan. Terkhusus keluarga besar Rumah Sunting, mereka luar biasa,'' sambung Kunni. ***