PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengeroyokan terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, Muhammad, Selasa (8/7/2014) dikuatkan dengan isu persaingan untuk merebutkan paket proyek yang berada di Dinas PU Riau.

Dimana sebelumnya, sudah terekspos pemenangan proyek oleh Gulat Manurung, salah satu kontraktor yang dikabarkan dengan Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun.

Selain itu juga, Muhammad baru saja dikaitkan dengan kebijakan kontroversinya yang memecat puluhan tenaga honorer di Dinas PU Riau dalam rentang waktu yang cukup dekat.

Dimana puluhan honorer tersebut tidak mendapatkan hak mereka selama kurang lebih tiga bulan. Bahkan, Muhammad juga telah menyiapkan sejumlah tenaga untuk menggantikan mereka.

Pengeroyokan Muhammad oleh sejumlah orang tak dikenal terjadi saat dirinya menghadiri buka bersama dan tahniah di Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman, Selasa (8/7/2014) malam.

Saat ini dirinya tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Pekanbaru, Riau. Belum diketahui perkembangan terakhir mengenai kondisi Muhammad. Saat ini sejumlah pimpinan satker di Lingkungan Pemprov Riau dan pejabat lainnya masih berada di rumah sakit. Saat ini Muhammad masih berada di ruang perawatan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria kepada pers di Pekanbaru lewat telekomunikasi, Selasa malam (8/7/2014), mengaku sudah mendapat informasi tersebut. "Namun kami tidak mengetahui yang bersangkutan atau korban melaporkan kasus itu ke Polda atau ke Polres," terangnya.

Arief mengatakan, pihak sejauh ini masih mencari tahu terkait informasi pemukulan atau penganiayaan yang menimpah pejabat eselon II tersebut.

"Kami coba lacak dulu yang bersangkutan melaporkan kasusnya kemana, apakah ke Polda, coba saya cek dulu," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengaku telah mendapat informasi itu.

"Hanya saja saya belum mendapat kepastian dimana korban melaporkan kejadian itu. Kabarnya dia memang telah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara di Pekanbaru," kata AKBP Guntur.***