
TELUKKUANTAN - Satu tahun memimpin Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Mursini - Halim mendapat kado pahit dari dunia pendidikan. Sebab, hasil Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tingkat SMP, Kuansing berada di urutan terakhir se-Riau.
Kendati mendapat peringkat 12 dari 12 kabupaten kota se-Riau, Mursini selaku Bupati Kuansing mengaku tidak malu.
"Tadi malam saat safari Ramadan di Pucuk Rantau, Pak Bupati bilang beliau tak malu dengan peringkat terakhir tersebut," ujar Kabid Dikdas Disdikpora Kuansing, Masrul Hakim saat bincang-bincang dengan GoRiau.com di Masjid Agung Kuansing, Jumat (2/6/2017) siang.
Menurut Masrul, merosotnya tingkat pendidikan di Kuansing dipengaruhi oleh isu-isu mutasi jelang pelaksanaan UNKP.
"Jadi, guru tak konsentrasi dalam menyiapkan siswa untuk menghadapi UNKP," ujar Masrul.
Senada dengan itu, Jupirman selaku Kepala Disdikpora Kuansing menyatakan bahwa sebelum pelaksanaan UNKP, Mursini menginstruksikan agar majelis guru tidak membantu siswa saat UNKP.
"Pak Bupati ingin melihat seperti apa nilai siswa Kuansing, nilai murni ya. Ya, seperti inilah, hanya peringkat terakhir," ujar Jupirman.
"Bupati ingin pelaksanaan UNKP di Kuansing jujur, kita tak menuduh daerah lain tak jujur, cuma seperti ini kemampuan kita," pungkas Jupirman.***