
PEKANBARU, GORIAU.COM - Model pendidikan saat ini yang sedang dipraktekkan oleh pemerintah Republik Indonesia tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan ajaran Islam. Hal itu terbukti dengan masih adanya dikotonomi ilmu pendidikan.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau M. Nazir saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5/2014) di halaman Rektorat.
"Untuk itu, hari ini juga kita berkomitmen untuk memberikan model pendidikan karakter dan menjadi contoh universitas lain di Indonesia," ujar Nazir.
Dalam prosesnya, lanjut Nazir, UIN Suska Riau selalu berupaya menciptakan model pendidikan yang ideal untuk bangsa Indonesia. Dimana, adanya integrasi dan interkoneksi ilmu pengetahuan kepada mahasiswa-mahasiswa yang pada akhirnya akan menjadi guru bangsa.
"Mahasiswa yang telah menamatkan pendidikan di sini akan membentuk model pendidikan karakter di jenjang pendidikan di tingkat atas, menengah bahkan pendidikan dasar sekalipun," tegas Nazir.
"Model pendidikan ini mencerdaskan kehidupan bangsa," tambah Nazir.
Dalam menuntut ilmu, Nazir mengumpamakan seorang mujahidin yang sedang berjuang di medan perang. "Kehadiran saudara-saudara disini sama dengan orang yang berjuang di medan perang, dimana ketika ia gugur, maka ia syahid," jelas Nazir.
Kedepannya, Nazir berharap seluruh elemen yang tergabung di UIN Suska Riau agar bersama-sama mengawal pembangunan bangsa ini. "Dari segi apapun, mari kita kawal. Supaya, cita-cita bangsa ini tidak lari," katanya.
Selain menyampaikan pesan kepada mahasiswa, Nazir juga berpesan untuk seluruh pegawai supaya memahami konteks pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa. "Karena, para pegawai turut mendukung kelancaran proses pembentukan pendidikan karakter ini," katanya.(san)