
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ingin tahu keseriusan pasangan Ir HM Lukman Edy M.Si. dan Suryadi Khusaini dengan program-program yang mereka luncurkan? Pasangan yang akrab disebut dengan Lurus ini membagikan selebaran kepada masyarakat, di mana di dalam selebaran itu juga terdapat Kris alias Kartu Riau Sejahtera.
Kris adalah duplikasi kartu yang memuat sejumlah program Lurus yang dijanjikan ke masyarakat, yang terangkum ke dalam 4 Pilar. Tapi khusus dalam Kris tersebut, yang tertera hanya dua fasilitas saja, yaitu gratis pendidikan sampai sarjana dan gratis pelayanan kesehatan. Dua program lainnya, yaitu lahan kebun dan bantuan Rp2 miliar/desa/tahun, tidak tertera di kartu itu.
Khusus program bantuan Rp2 miliar/tahun/desa, menurut Lukman Edy, tidak diterakan di kartu itu karena tidak menyangkut hubungan secara personal, melainkan kelembagaan. ''Untuk program ini, kita berhubungan langsung dengan kepala desa, yang kemudian diikat dengan kontrak politik,'' terangnya. Termasuk rencana pemekaran Riau menjadi 20 kabupaten/kota, juga menyangkut hubungan secara kelembagaan.
''Sementara Kris kaitannya secara personal,'' beber mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I itu. Makanya, selain memuat sejumlah fasilitas yang dijanjikan kepada masyarakat, menurut LE (begitu ia akrab disapa), di Kris tersebut juga tertera kolom nama, alamat dan nomor KTP penduduk yang akan mendapatkan fasilitas tersebut.
Kalau kelak pasangan yang diusung PKB dan PDI Perjuangan itu memenangkan pertarungan di ajang Pilgub (Pemilihan Gubernur) Riau 2013, menrut LE, anggota masyarakat yang memiliki kartu tersebut dapat menukarkan di kantor desa masing-masing, untuk kemudian diganti dengan kartu resmi berbentuk ATM. Bermodal kartu itu, anggota masyarakat bersangkutan berhak mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan.
Makanya, anggota DPR RI dari Dapil Riau ini wanti-wanti kepada masyarakat yang telah memiliki selebaran itu untuk menyimpannya baik-baik, terutama duplikasi Kris. ''Kelak, kalau kami terpilih menjadi pemimpin Riau, kartu tersebut akan berguna bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan fasilitas yang kami janjikan, khusus pendidikan kesarjanaan dan pelayanan kesehatan gratis,'' tambahnya.
Pasangan ini juga meneken kontrak politik dengan sejumlah kepala desa (kades) dan lurah di Riau. Dalam kontrak politik yang langsung ditandatangani oleh Lukman Edy dan Suryadi Khusaini itu, ditegaskan bahwa bila Lurus menang dalam ajang Pilgub Riau 2013, mereka berkomitmen menyiapkan anggaran desa/kelurahan sebesar Rp2 miliar/tahun yang bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan.
Antara lain, perbaikan berbagai jenis infrastruktur di desa/kelurahan yang bersangkutan seperti jalan, jembatan, sarana ibadah, majelis taklim, sarana olahraga, listrik, air bersih, modal usaha, dan lainnya. Juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan insentif bagi para guru agama, ketua RT, ketua RW, kepala desa, BPD, LPM, dan perangkat desa/kelurahan lainnya.
Belum cukup? Bahkan pasangan termuda di antara lima pasang kandidat di ajang Pilgub Riau 2013 ini menyatakan siap dituntut secara hukum kalau kelak setelah terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Riau, tapi tidak merealisasikan fasilitas-fasilitas yang sudah dijanjikan kepada masyarakat. "Ini merupakan dokumen tertulis," tandas LE. ''Bisa dijadikan dasar untuk melakukan gugatan secara hukum,'' tambah LE. (rls)