PEKANBARU, GORIAU.COM - Debat kandidat calon Gubernur Riau 2013 - 2018 yang berlangsung di Labersa Hotel Pekanbaru, Sabtu (24/8/2013) ternyata menyisakan beberapa program yang masih perlu dicerna dan ditelaah kembali. Pada debat yang disiarkan secara langsung itu, ada beberapa program yang diusung pasangan calon yang dinilai tak masuk akal.

Tak masuk akalnya program itu jika dilihat dari peraturan yang ada, batas kewenangan pemerintah provinsi maupun kekuatan keuangan daerah yang totalnya sekitar Rp6,7 triliun, hal itu sulit direalisasikan.

Diantara program yang tak masuk akal dan sulit direalisasikan diantaranya adalah:

1. Pembangunan jalan dan jembatan ke seluruh desa di Riau, dimana program ini merupakan kewenangan pemerintah kabupaten dan kota. Dan jika dilaksanakan langsung oleh pemerintah provinsi Riau akan melanggar aturan karena bukanlah kewenangannya.

2. Pembangunan Jembatan Bengkalis - Sei Pakning. Program ini dinilai terlalu muluk karena membutuhkan dana sedikitnya Rp10 triliun sementara APBD Riau tidak mungkin mendanainya, dan jembatan ini bukanlah lintas provinsi yang harus didanai lewat APBN.

3. Pembagian APBD Rp2 miliar per desa per tahun. Program ini juga tak masuk akal karena totalnya Rp 5 triliun lebih dan keuangan Riau tidak memungkinkan untuk itu.

4. Pembagian kebun 2 hektar untuk setiap warga. Ini juga tak logis karena lahan yang akan dibagi juga sudah tidak ada.

5. Biaya pendidikan gratis sampai kuliah. Program ini juga tak realistis karena kekuatan anggaran Riau yang juga harus memprioritaskan program kemasyarakatan lainnya. ***