JAKARTA - Berbagai acara meriah menandai peringatan kerja sama 50 tahun induk organisasi bulutangkis Indonesia (PBSI) dengan Yonex. Kolaborasi ini untuk menjaga kejayaan prestasi bulutangkis Indonesia.

PBSI dan Yonex sejak tahun 1973 telah melakukan kemitraan hingga kini. Menandai 50 tahun kolaborasi ini, baik PBSI maupun Yonex akan terus meningkatkan sinergi yang makin erat.

Dalam acara yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6), sejumlah pemain legenda, pemain yang masih aktif, hingga pebulutangkis masa depan dihadirkan untuk memeriahkan acara

Gemuruh penonton semakin keras saat pembawa acara memanggil beberapa pemain legenda yang pernah berprestasi untuk Indonesia seperti Rudy Hartono, Candra Wijaya, Taufik Hidayat, dan Sony Dwi Kuncoro.

Selain pemain legenda, hadir pula beberapa pemain yang aktif bermain seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati (ganda campuran), Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (ganda putri) serta dua pemain muda harapan bangsa seperti Galuh Dwi Putra dan Nabila Cahaya Permata Ayu.

Dalam sambutannya, sang juara delapan kali All England, Rudy Hartono berterima kasih kepada induk organisasi tepok bulu Tanah Air yang telah mendukung kerja sama tersebut. Pada perjalanannya, kerja sama tersebut terus menghasilkan pebulutangkis Indonesia yang berprestasi.

"Terima kasih kepada PBSI yang telah memberikan kesempatan saya di sini. Setelah bertahun-tahun bekerja sama, kami memiliki hubungan yang sangat baik sehingga selalu berjuang keras menghasilkan juara-juara baru berikutnya," ungkap peraih gelar juara dunia 1980 itu.

Kerja sama tersebut disambut dengan baik oleh perwakilan PBSI yang dalam hal ini diwakili oleh pengurus Bidang Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto yang menyebut bahwa Yonex telah memberikan inspirasi dalam kemajuan prestasi olahraga tepok bulu Tanah Air.

Diharapkan kerja sama tersebut bisa berlanjut terus untuk bisa terus mendukung prestasi pebulutangkis Indonesia di panggung internasional.

"Yonex dan PBSI punya hubungan yang sangat baik sejak 1973 hingga saat ini selalu menyediakan peralatan bulutangkis terbaik untuk atlet-atlet terbaik Indonesia," aku Rudy.

"Semoga kerja sama ini memberikan inspirasi kepada pemain-pemain muda untuk terus berprestasi mengharumkan nama Merah Putih di kancah internasional," tambah Rudy.

Selain acara seremonial yang dihadiri beberapa petinggi Yonex dan pengurus PP PBSI seperti Sekjen Muhammad Fadil Imran menyaksikan pertandingan pemain legenda melawan pebulutangkis yang masih aktif bermain.

Penonton Istora Senayan yang kangen menyaksikan beberapa pemain legenda bermain seperti Taufik, Sony dan Candra Wijaya bersama Fajar/Rian, dan Kevin Sanjaya Sukamuljo bertanding menghadapi pemain muda seperti Rehan/Lisa, Ana/Tiwi dan Galuh/Nabila.

Bahkan, Fadil Imran sempat pula berduet dengan Taufik menghadapi Candra/Sony. Penonton pun dibuat terhibur dengan aksi-aksi mereka saat bertanding di lapangan. Uniknya lagi, laga ini dipimpin Fajar Alfian sebagai umpire.

"Bulutangkis itu selalu bisa mempersatukan Indonesia dari dulu hingga kini. Kerja sama ini telah mendukung prestasi bulutangkis Indonesia. Saya berharap ke depan akan lahir Rudy-Rudy baru. Candra-Candra baru, Taufik-Taufik baru untuk menjaga prestasi bulutangkis Indonesia di pentas dunia," harap Fadil Imran.

Kehadiran pemain legenda di tengah-tengah event bulutangkis East Ventures Indonesia Open 2022 ini diharapkan bisa memberikan motivasi untuk pebulutangkis Indonesia yang masih aktif untuk berprestasi lebih baik lagi ke depannya dan termotivasi untuk mengharumkan nama Indonesia. ***