PAULINE Aditya Ramadhani yang kerap disapa Caca, mengaku beruntung tinggal di lingkungan masyarakat mayoritas Muslim. Sebab, hal itu membuatnya bisa mengenal Islam sejak kecil, hingga akhirnya tertarik mempelajarinya.

Dikutip dari telisik.id, dikisahkan Caca, saat duduk di bangku SMP, dia selalu melihat tetangga serta teman-temannya membaca Alquran. Di sekolah, ketika pelajaran agama Islam dimulai, entah mengapa ia selalu merasa kesepian.

''Lingkungan di tempat tinggal memang dominan Islam, dan kalau saat pelajaran agama Islam, entah mengapa saya merasa sepi, bukan hanya di sekolah saja tapi saat di gereja pun saya tetap merasa seperti itu. Padahal di sana banyak orang,'' ucapnya pada telisik.id, Selasa (8/2/2022).

Gadis yang kini berusia 20 tahun itu melanjutkan kisahnya, bahwa dirinya sudah penasaran dengan Islam sejak lama, dan ingin mengetahui tentang agama tersebut lebih jauh.

Caca juga mengatakan bahwa Islam itu unik. Ia merasa takjub saat mendengar kumandang adzan dan lantunan ayat suci Alquran.

''Saya sempat berpikir, kayaknya belajar mengaji akan terasa seru, lalu sayapun coba-coba memberanikan diri bicara ke bapak tentang niat saya yang ingin masuk Islam,'' ungkapnya.

Kemudian dengan polosnya ia pun mencoba bertanya pendapat sang ayah bagaimana jika ia, saudara dan kedua orang tuanya memeluk Islam secara bersama-sama.

''Bapak ngga ada ngomong yang gimana-gimana, saat itu dia cuma merasa bingung dan bimbang, mungkin karena keluarga besar bapak yang beragama Katolik, sedangkan ibu awalnya memang Islam tapi ikut bapak,'' ungkapnya.

Singkat cerita, setelah pertimbangan besar, Caca dan keluarganta pun akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam dan menjadi mualaf pada tahun 2015.

''Saat itu sempat ditentang sama keluarga besar bapak, tapi karena hidayah yang telah mengetuk hati, saya dan orang tua tetap gigih pada keputusan yang kami ambil,'' tambahnya.

Caca mengatakan, semakin mempelajari Islam, ia semakin yakin dan percaya bahwa Islam adalah agama yang benar dan kebenarannya tidak diragukan lagi.

Gadis yang kini tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas di Kota Kendari ini berharap dia dan keluarganya istiqomah memeluk agama Islam.***