UMAR bin Abdul Aziz hanya sekitar 3 tahun menjadi khalifah Dinasti Umayyah, yakni tahun 717 M-720 M. Namun, dalam waktu singkat tersebut Umar berhasil mensejahterakan seluruh rakyat yang dipimpinnya.

Umar sukses mensejahterakan rakyatnya karena dirinya sangat bertakwa kepada Allah SWT. Dia terkenal sebagai pemimpin yang sangat adil dan zuhud.

Wafatnya Umar bin Abdul Aziz pada tahun 720 M, tentu saja membuat rakyatnya, terutama umat Islam, sangat kehilangan. Umar bin Abdul Azis wafat di Dir Sim'an, sebuah kota di wilayah Himsh pada 20 atau 25 Rajab 101 Hijriyah, dalam usia 36 tahun 6 bulan.  

Ulama berbeda pendapat tentang penyebab wafatnya Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz. Dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan tentang penyebab wafatnya Umar bin Abdul Aziz. Menurut Ibnu Katsir, Umar wafat karena penyakit tubercolosis (TBC).

Ibnu Katsir menjelaskan, seseorang pelayan memberikan racun kepada makanan dan minumannya dan dia diberi seribu dinar untuk melakukan itu. Karena itu, Umar bin Abdul Azis akhirnya menderita penyakit TBC.

Sebelum meninggal dunia, ia sempat memanggil pelayan yang memberinya minum. "'Apa yang mendorongmu memberiku minuman berisi racun?'' tanya Umar. ''Saya diberi seribu dinar dan dijanjikan akan dibebaskan dari perbudakan,'' jawab pelayan tersebut.

Meski racun itu membuatnya membuatnya sangat kesakitan, namu Umar tidak menghukum pelayan tersebut. Dia hanya memintanya mengambil uang itu dan meletakkannya di baitul mal (kas negara).

''Pergilah ke tempat yang tidak seorang pun tahu!'' katanya kepada si pelayan itu.

Dikutip dari laman Youm7 pada Kamis (26/8/2021), sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir, nasihat yang Umar sampaikan kepada anak-anaknya jauh lebih berharga dari harta duniawi. Ia ingin anak-anaknya menjadi orang saleh agar dilindungi Allah SWT.

Ketika kematian mendekati Umar bin Abdul Aziz, maka dikatakan kepadanya, ini adalah 12 anak-anakmu. Mengapa engkau tinggalkan anak-anakmu dalam keadaan miskin? Dia pun berkata:

''Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Alquran). Dia melindungi orang-orang saleh'' (QS Al Araf ayat 196).

''Demi Allah, saya tidak memberikan hak orang lain kepada mereka. Mereka boleh memilih salah satu di antara dua yaitu tetap menjadi orang yang saleh, dan Allah niscaya akan melindungi mereka. Atau menjadi orang-orang yang tidak saleh, dan saya takkan meninggalkan sesuatu pun yang akan membantu mereka berbuat maksiat kepada Allah? Lantas aku menjadi mitra mereka berbuat maksiat setelah kematianku? Tidak akan aku lakukan itu''. 

Beberapa waktu kemudian, Umar bin Abdul Aziz pun memanggil anak-anaknya, berpamitan, menguatkan dan berwasiat kepada mereka dengan pesan ini. Lalu Umar bin Abdul Aziz berkata, ''Pergilah semoga kalian dilindungi Allah, dan semoga Allah memberikan pengganti kepada kalian.''

Dikisahkan, setelah kematian Umar bin Abdul Aziz, anak-anaknya terlihat menghibahkan 80 kuda untuk kepentingan jihad. Hal ini karena Umar bin Abdul Aziz menitipkan anaknya kepada Allah SWT.

Selama 20 hari ia menahan sakit akibat racun yang diderita. Menjelang detik-detik meninggalnya, ia juga berkata: 

''Dudukkan aku.'' Maka, mereka pun mendudukkannya. Lalu dia berkata lagi, ''Akulah yang Engkau perintah lalu aku mengabaikan, dan akulah yang Engkau larang namun aku durhaka tiga kali. Tapi tidak ada Ilah selain Allah.''

Kemudian, Umar menengadahkan kepala ke atas, dan dia memusatkan pandangannya. Orang-orang berkata, ''Mengapa engkau memandang dengan pandangan yang sungguh-sungguh wahai Amirul Mukminin?''

Dia menjawab, ''Aku melihat sekumpulan orang, tapi mereka bukan manusia dan bukan pula jin.''

Setelah itu, ia pun wafat.***