RENGAT – Ketum DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Inhu, Datuk Seri Marwan MR mengatakan, PT Sinar Reksa Kencana (SRK), sudah melecehkan keputusan adat masyarakat Danang Lelo di Kecamatan Batang Peranap, Indragiri Hulu (Inhu) karena ingkar bayar denda adat sebesar Rp 45 juta,

Datuk Seri Marwan MR menjelaskan, denda adat dapat dijatuhkan apabila memang ada sesuatu perbuatan, tindakan dan perilaku yang melanggar "larang pantang" di tengah masyarakat wilayah adat.

Terkait denda adat yang dijatuhkan kepada PT SRK Inhu, sudah tepat berdasarkan musyawarah dan mufakat antara tokoh adat Danang Lelo dan PT SRK, dan sudah disepakati bersama 1 April 2022 lalu.

“Keputusan diambil berdasarkan pertimbangan yang matang melalui musyawarah mufakat. Air yang sudah bulat ke pembuluh dan terikat langsung secara moral dengan anak kemenakan, sehingga mereka mengawal terus sampai semuanya terlaksana,” ucap Datuk Seri Marwan MR kepada GoRiau, Minggu (19/6/2022).

Datuk Seri Marwan MR menegaskan, insiden di PT SRK sebenarnya, tidak perlu terjadi, jika pihak perusahaan tidak bersikap arogan, dan main hakim sendiri tanpa bukti dengan melakukan penyiksaan dan mempermalukan warga setempat. Datuk menilai, perbuatan PT SRK Inhi sudah melewati batas oleh masyarakat.

“Melalui media ini. Saya menekankan kepada pihak PT SRK, disinilah pentingnya kalian memahami, ‘dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung’. Dan berbudi pekerti menghargai masyarakat tempat berinvestasi, sebagaimana pada saat awal kalian masuk yang sangat ramah dan penuh janji,” tandasnya.

Terakhir kata Datuk Seri Marwan MR, penyelesaian masalah ini jangan hanya melihat insiden yang terjadi, tapi semua pihak harus memahami kronologis mengapa peristiwa itu terjadi.

“Ini pelecehan keputusan adat, yang seakan disengaja untuk memancing emosi masyarakat. Dimana denda adat mereka bayar setelah terjadinya insiden. LAMR Inhu menghimbau kepada pemangku ‘jiko lah koghuh omo kito jaghone kan, jiko kusut omo kito salosaian,” tutupnya.

Diketahui, masyarakat di Kecamatan Batang Peranap menggelar aksi di kawasan PT SRK Inhu pada Selasa (14/6/2022).

Aksi itu berujung ricuh, sampai pembakaran fasilitas PT SRK terjadi. Setidaknya ada 2 unit mobil strada Triton, 2 unit bus Cold Diesel Bus Sekolah, dan 1 unit alat berat jonder. 1 unit kompresor angin, bangunan workshop 10x35 meter, hangus terbakar. Ditambah 2 unit pos jaga dirusak, dan 1 barak 8 pintu.

Personel kepolisian dari Polres Inhu, sebanyak 51 orang yang dikerahkan untuk pengamanan yang awalnya aksi damai itu, tidak dapat menahan amukan masyarakat yang marah kepada PT SRK. ***