
SIAK – Peran strategis kaum perempuan dalam pembangunan daerah terus didorong agar berjalan lebih maksimal dan terukur. Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, menekankan bahwa organisasi wanita harus menjadi mitra terdepan pemerintah dalam menghadapi dinamika sosial masyarakat, Sabtu (2/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan pengukuhan pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Siak periode 2026-2030 di Balairung Pendopo Datuk Empat Suku. Pada momen yang sama, turut dilantik jajaran Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dan Pusat Data dan Informasi Wanita Perempuan Riau (Pusdatin Puanri).
"Mari bersama-sama mewujudkan cita-cita luhur demi masa depan yang lebih baik bagi kaum perempuan guna meningkatkan kualitas hidup perempuan di semua bidang kehidupan masyarakat," ungkap Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto.
Pucuk pimpinan wadah pergerakan perempuan tingkat provinsi ini berharap GOW Kabupaten Siak mampu berkreasi dan menciptakan inovasi baru. Ia meyakini sinergi yang terbangun baik dapat menjadikan organisasi ini sebagai garda terdepan mengatasi tantangan di Bumi Lancang Kuning.
Dukungan serupa datang dari Bupati Siak, Afni, yang melihat GOW, YJI, dan Pusdatin Puanri sebagai pilar krusial penggerak daerah. Masing-masing memegang spesialisasi tugas vital, mulai dari mengedukasi gaya hidup sehat, menggerakkan roda ekonomi keluarga, hingga mengamankan penyajian basis data valid untuk perempuan dan anak.
"Sebab itulah, kerjasama dan kolaborasi seluruh stakeholder diperlukan. Untuk memajukan daerah tidak bisa hanya satu pihak saja yang bergerak, tentu semuanya harus bisa bekerjasama," jelasnya.
Peran lintas sektor ini ditargetkan tidak sebatas menangani urusan sosial dan ekonomi kemasyarakatan. Sinergi lembaga kewanitaan tersebut juga diarahkan untuk menopang sektor pendidikan lokal melalui dukungan terhadap penerapan sistem sekolah lima hari. ***