SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dinas Kehutanan Kabupaten Kepulauan Meranti mengaku kesulitan mengatasi beberapa titik kebakaran lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Untuk itu, diharapkan Pemerintah Provinsi Riau dan Pusat bisa membantu pemadaman dengan cara menurunkan hujan buatan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kepulauan Meranti, M Murod, ketika dihubungi GoRiau.com, Minggu (2/2/2014).

Menurut Murod, saat ini di Meranti ada dua kecamatan yang sedang terjadi kebakaran besar yaitu di Kecamatan Rangsang lahan milik PT SRL dan Kecamatan Tebing Tinggi Timur lahan milik PT NSP dan kebun masyarakat setempat.

Murod juga mengaku kebakaran yang sebagian besar di lahan gambut di Meranti itu memang harus segera ditangani. Sebab, di lokasi kebakaran selain akses, air juga sulit didapatkan, ini juga menjadi salah satu penghambat pemadaman oleh pihak di lapangan.

"Apalagi musim panas dan berangin seperti sekarang ini, sedikit saja ada api, maka kebakaran akan cepat membesar," ungkap M Murod.

Untuk itu, Murod juga berharap Pemprov Riau dan pusat bisa segera membantu pemadaman kebakaran lahan di kabupaten baru ini. Murod berharap hujan buatan segera diturunkan ke titik kebakaran di Meranti.

"Kita harap Pempus dan Pemprov Riau segera turunkan hujan buatan karena kebakaran lahan gambut kalau tak segera dipadamkan akan cepat membesar. Kita sangat mengharapkan bantuan itu karena penanganan di lapangan susah, air susah, akses juga susah, sehingga anggota sangat kesulitan dalam penanganan di lapangan," jelas Murod lagi.

Saat ini sedang ada dua titik kebakaran besar di Meranti yaitu kebakaran di lahan PT SRL di Kecamatan Rangsang dan kebakaran lahan perkebunan PT NSP dan kebun milik masyarakat.

Saat ini belum ada konfirmasi dari pihak PT NSP sebab, ketika dihubungi, nomor ponsel Humas PT NSP Setyo Budi Utomo tidak aktif.(zal)