PADANG LAWAS - Kerusakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Via Sibuhuan hingga ke perbatasan Propinsi Riau bertambah parah, bila dibandingkan dengan Jalinsum Via Sibuhuan-Gunung Tua. Kondisi demikian disebabkan adanya badan jalan yang longsor.

Amatan GoSumut, Senin (22/5/2017), seperti di desa Parmainan Kecamatan Hutaraja Tinggi, kondisinya sekarang hanya tersisa setengah badan jalan karena adanya lubang menganga dengan diameter sekitar 3 meter dan berkedalaman 2 meter yang belum ditangani instansi terkait.

Sewaktu berkendara dari Riau menuju Sibuhuan, kerusakan jalan pertama yang dirasakan berjarak sekitar 20 meter dari tapal batas, di mana permukaan jalan di jembatan Desa Sungai Korang berlubang dan bergelombang.

Berjarak 2 KM kemudian, di Desa Hutaraja Tinggi, terdapat kerusakan badan jalan yang amblas menyebabkan gorong-gorong tersumbat sehingga air mengaliri permukaan badan jalan dan bila musim hujan air akan menggenangi lokasi itu degan kedalaman 30 CM.

Kemudian, permukaan jembatan Jalinsum di Desa Panyabungan yang kupak-kapik dan bergelombang. Kondisi yang sama terlihat pada dua jembatan jalinsum menuju Desa Mananti. Di Jalinsum sekitar Pusat Pasar Desa Mananti, terdapat lobang menganga yang menanti korban. Tidak terlihat adanya tanda tanda bahaya di sekitar lokasi kerusakan.

Menurut warga setempat, kerusakan jalan ini disebabkan adanya lubang kecil akibat gorong-gorong amblas dan sebulan kemudian melebar. Sayangnya, hingga kini belum ada upaya pemerintah untuk menanganinya.

Di desa tersebut, setidaknya ada enam titik kerusakan yang menyusahkan pengendara seperti di Desa Mananti dan Aliaga. Sedangkan Di Desa Parandolok menuju Desa Parmainan pengendara akan dihadapkan pada badan jalan yang amblas, sehingga hanya setengah badan jalan yang bisa dilalui, sedang sisi merupakan deg penahan parit dengan kedalaman sekira 4 meter. Tidak jarang terjadi antrian kenderaan akibat keruskan itu.

Ahmad Husein, warga yang tinggal di dekat lokasi mengatakan kondisi kerusakan itu sudah berlangsung dua bulan lebih dibiarkan Pemerintah setempat maupun Propinsi. Katanya kerusakan itu pernah diperbaiki sekedarnya oleh salah satu perusahaan yang bergerak di wilayah tersebut, itupun agar alat berat yang dimiliki perusahaan itu bisa melewatinya dan semenjak itu hingga kini dibiarkan.

Setelah itu, terdapat 12 titik kerusakan jalinsum yang tidak dapat diabaiakan mulai dari Desa Parmainan hingga ke Desa Padang Rumbio Kecamatan Sosa. Di Jalinsum yang melintas di Pusat Pasar Ujung Batu Sosa, gorong gorong tersumbar sehingga air parit mengalir di permukaan jalan dan tak jarang bila musim hujan air parit membanjiri lantai rumah ataupun ruko yang berada di sekitar lokasi.

Seterunya, lubang berupa gelombang yang membahayakan di tikungan menuju Kantor Camat Sosa. Kemudian sedikitnya 10 titik kerusakan terdapat di antara Desa Ujung Batu hingga Ke Desa Air Bale. Selanjutnya, terdapat 42 titik kerusakan mulai kerukan ringan hingga kerusakan parah disepanjang jalinsum yang melintas di areal PTPN IV Sosa Satu.

Sedangkan Jalinsum ya g melintasi Desa Roburan, Pasir Julu dan Pasir Jae tidak luput juga dari kerusakan. Sedangkan 6 titik kerusakan berat di Kawasan Simandi Angin Sosa menjadi alasan warga malas melintasinya. Adapun pengendara yang melintas di kawasan itu hanya karena terpaksa. Hal itu disebabkan ruas jalan berlobang, kriting dan bergelombang. Salah satu ruas jalan yang rusak sepanjang 80 meter telah banyak memakan korban terutama truk bertonase tinggi.

Menurut warga, kondisi keruskan itu telah bertahun tahun dibiarkan, bahkan badan jalisum yang ambalas mendekati Desa Pasir sudah rusak dan terbiarkan semenjak Padanglawas belum dimekarkan dari Tapanuli Selatan.

Selain Kerusakan badan Jalan, pengendara juga mengeluhkan lebar jembatan yang ada disepanjang Jalinsum Sibuhuan- Batas Riau, kata mereka badan jalan lebih lebar dari jembatan, sehingga setiap ada jembatan terdapat penyempitan badan jalan.

Warga berharap kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi agar memperhatikan kerusakan jalinsum yang sudah bertahun tahun dibiarkan itu, terutama jalinsum tersebut merupakan baro meter pembangunan di Sumut, karena Jalinsum Sibuhuan–Batas Riau adalah pintu masuk ke Provinsi Sumatra dari arah Riau.

Sebelumnya, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut UPTD Gunung Tua, Hasian Dasopang, Jumat (19/5/2017), membantah warga yang menyebut tidak adanya perhatian Pemprovsu terhadap kerusakkan Jalinsum Sibuhuan-Batas Riau. Katanya, pihaknya sudah pernah memperbaiki kerusakan jalinsum di Desa Parmainan, namun tidak bertahan.

Untuk perbaikan kerusakan agar tidak menghambat perjalanan, pihaknya akan melaksanakan kembali perbaikan dalam waktu dekat ini, namun perbaikan secara permanen akan dilaksanakan sesudah lelang proyek yang saat ini sedang berlangsung.

“Tidak benar, kalau kerusakan itu dibiarkan, baru kemarin saya kembali meninjaunya,” ujar Hasian.

Sementara itu, Plt Kadis Pekerjaan Umum Padanglawas Harry Rijal Siregar mengatakan telah berkordinasi dengan pihak UPTD Dinas Bina Marga Gunungtua untuk melakukan perbaikan dekat ini.