
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kasus pembuatan dan penyebaran video seks ala 'doddy style' mirip PR, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Siak masih dalam tahap penyelidikan. Tidak lama lagi, kepolisian setempat akan memanggil dan memeriksa pemersan utama dalam video asusila itu.
"Informasinya demikian, anggota berencana memanggil pejabat tersebut untuk dimintai keterangannya. Ini merupakan langkah penyelidikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada wartawan di Pekanbaru, Senin siang (18/11/2013).
Pernyataan Guntur merupakan tanggapan atas habohnya peredaran video mesum mirip pejabat eselon II yang emnjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Siak sejak satu pekan terakhir. Video berdurasi kurang dari dua menit tersebut sebelumnya beredar melalui jejaringan sosial yang dikirimkan lewat ponsel jenis "smartphone".
Dihubungi terpisah, Kepala Polisi Resor Kabupaten Siak, Ajun Komisaris Besar Dedi Rahman Dayan mengatakan rencana pemanggilan PR telah disepakati oleh penyidik. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah dilayangkan surat pemanggilan untuk yang bersangkutan," kata dia.
Kapolres mengatakan, pihaknya juga masih terus menelusuri motif penyebaran video mesum tersebut. "Untuk sementara ini, apa motifnya masih dalam penyelidikan," kata dia.
Kriminolog dari Universitas Islam Riau, Syahrul Akmal Latif sebelumnya mengeluarkan pernyataan mendesak agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penyebaran dan pembuatan video asusila tersebut. "Kalau tidak, itu justru menjadi preseden buruk bagi kepolisian dan juga pemerintah daerah," katanya.
Menurut Syahrul, ada beberapa indikasi motif mengapa pelaku begitu tega atau bahkan tak cerdas sehingga melakukan perbuatan memalukan itu.
Pertama, demikian Syahrul, pelaku memiliki dendam pribadi dengan pemeran utama dalam video tersebut setelah keinginannya tidak terpenuhi atau adanya masalah pribadi lainnya.
Selanjutnya, kata dia, pelaku sengaja merekam berbuatan asusila tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok. "Istilahnya itu, pelaku ini memesar korban. Korban yang saya maksud adalah laki-laki di dalam video itu," katanya.
Kemudian, kata Syahrul, ada indikasi motif bahwa penyebaran video asusila itu berkaitan dengan kepentingan yang politis.(fzr/ant)