
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Petani di Kepenghuluan Bagan Nibung Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau mengaku kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi dan masih sulitnya akses untuk mengangkut hasil pertanian.
Hal itu disampaikan petani yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Rohil saat berdiskusi Bupati Rohil, Suyatno, A.Mp beberapa hari lalu.
Menanggapi hal ini, Suyatno menyatakan persoalan kelangkaan pupuk tidak hanya menjadi PR bagi pemerintah Rohil, tapi juga pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
"Para menteri sudah memberi masukan kepada presiden agar penyaluran pupuk kepada petani jangan melewati lelang tender. Karenanya, membuat petani menunggu dan penyalurannya juga tidak sesuai dengan musim tanam," ujar Suyatno.
Masih dalam diskusi itu, petani mendesak bupati agar merealisasikan pembangunan jalan menuju areal perkebunan. Ada 9 titik jalan yang harus mendapat perhatian karena berdampak langsung pada harga penjualan buah sawit. Mereka juga menyinggung rumah warga se-RT yang belum teraliri listrik.
"Masalah ini seharusnya sudah terealisasi tahun ini melalui proyek pengadaan jaringan listrik diseluruh desa," kata Suyatno.
Suyatno menegaskan, ada beberapa alasan proyek tersebut terpaksa harus ditunda karena waktu pelaksanaan yang hanya tersisa dua bulan. Dalam pada itu, pemerintah juga memprioritaskan lelang proyek yang dianggap bisa diselesaikan hingga akhir tahun. Namun demikian, dia berjanji seluruh proyek tahun 2015 yang tertunda termasuk di dalamnya proyek pembangunan jalan dari Simpang Kanan ke Bagan Sinembah sebesar Rp10 miliyar akan dikerjakan tahun depan.
Suyatno mengungkapkan, dirinya sangat memahami kondisi masyakat Simpang Kanan apalagi dirinya pernah menjadi Plt camat Simpang Kanan pada tahun 2002 sampai 2004. Ia memastikan pemerintah akan senantiasa memperhatikan kondisi petani dengan harapan program pemerintah akan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan.(amr)