
SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar kenduri sekampung dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025. Kegiatan syukuran yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal itu dipusatkan di Taman Cikpuan, Selatpanjang, Sabtu (20/12/2025), dan berlangsung khidmat serta penuh keakraban.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan kenduri sekampung tersebut. Menurutnya, kenduri sekampung bukan sekadar tradisi, melainkan wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarwarga.
"Melalui kenduri sekampung ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, mensyukuri perjuangan para tokoh pemekaran, serta menjadikan momentum Hari Jadi ke-17 ini sebagai energi baru untuk pembangunan daerah," ujar Bupati Asmar.
Lebih lanjut, Asmar menegaskan bahwa usia 17 tahun merupakan momentum penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk merefleksikan perjalanan dan perjuangan panjang para pejuang pemekaran. Ia menekankan bahwa kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti tidak dapat dicapai secara instan maupun dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
"Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Untuk itu, mari kita bahu-membahu dan bergandeng tangan mempercepat keberhasilan pembangunan, sehingga cita-cita mewujudkan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera dapat segera tercapai," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Kabupaten Kepulauan Meranti (K2BPKM), Khalil, menyampaikan bahwa usia 17 tahun merupakan fase kematangan bagi sebuah daerah. Meski demikian, ia menilai masih terdapat harapan dan cita-cita para pejuang pemekaran yang belum sepenuhnya terwujud.
"Kami berharap Kabupaten Kepulauan Meranti ke depan dapat menjadi daerah yang lebih unggul, agamis, dan sejahtera di bawah kepemimpinan Bupati Asmar dan Wakil Bupati Muzamil," ungkapnya.
Senada dengan itu, perwakilan tokoh pejuang pemekaran, Ramlan Abdullah, menyampaikan refleksi perjuangan sekaligus pesan agar peringatan hari jadi tidak hanya bersifat seremonial. Menurutnya, momentum hari jadi harus dijadikan ajang evaluasi dan kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jangan sampai peringatan hari jadi hanya menjadi euforia semata. Masih ada masyarakat yang hidup dalam kesulitan ekonomi. Amanah perjuangan ini harus diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat kecil," tegas Ramlan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Kenduri Sekampung, Efendi, menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama acara berlangsung.
"Melalui kenduri sekampung ini, kami berharap silaturahmi semakin erat dan semangat kebersamaan terus terjaga. Semoga Meranti yang kita cintai ini menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur di bawah kepemimpinan Bapak Bupati dan Wakil Bupati," tutur Efendi.
Kegiatan kenduri sekampung tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, unsur Forkopimda, Anggota DPRD Kepulauan Meranti dan pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, kepala OPD, serta para tokoh pemekaran, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat undangan lainnya. ***