RENGAT- Lagi-lagi, ditengah pesatnya pembangunan yang dilakukan (Pemda) Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, ternyata masih banyak warga daerah itu yang hidup jauh dibawah garis kemiskinan.

Seperti yang dialami Pasutri (Pasangan Suami Istri) yang merupakan warga Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat ini. Karena keterbatasan ekonmi, Nurman (27) dan istri tercintanya Yuerni (48) harus rela tinggal di sebuah gubuk reot dan juga sempit.

Ironisnya, gubuk yang mereka tempati sejak tiga tahun terakhir itu sudah lapuk dan tinggal menunggu roboh. Sebab, kekuatan gubuk mereka itu hanya bertumpu pada sehelai papan yang ditopangkan pada bagian dinding gubuk tersebut.

"Beginilah kondisi tempat tinggal kami. Selain reot, dinding dan lantainya juga sudah lapuk, atapnya juga sudah banyak yang bocor," ujar Yuerni kepada awak media saat berkunjung kekediamannya di Desa Redang, Selasa (15/2/2016).

Disebutkan Yuerni, beberapa waktu lalu, mereka sudah mencoba mengajukan bantuan dana untuk biaya perbaikan gubuk mereka itu. Hingga saat ini belum ada jawaban, baik dari pihak desa maupun Pemkab Inhu.

"Kami sudah beberapa kali mengajukan bantuan perbaikan melalui pihak desa, namun tidak pernah mendapat jawaban. Begitulah kalu orang tak punya, tak ada yang mau mendengarkan," keluh Yuerni.

Dia menyebutkan bahwa, sebelumnya pihak Desa Redang bersama beberapa warga, sudah berjanji akan membantu biaya perbaikan rumah mereka, yakni membantu berupa bahan bangunan dan akan menggelar gotong- royong guna membenahi tempat tinggal mereka itu.

Namun, penantian mereka itu tak kunjung membuahkan hasil dan jawaban pasti. "Jangankan dari Pemkab Inhu, dari pihak desa sekalipun belum ada sedikitpun bantuan untuk perbaikan pondok kami ini," tuturnya sambil berlinang air mata.

Dengan demikian, dirinya sangat berharap pada semua pihak dan pemetintah daerah, agar dapat memberikan uluran tangan untuk biaya perbaikan tempat tinggal mereka itu.

"Kami sangat berharap adanya uluran tangan para dermawan yang sudih membantu kami. Sehingga, ketika hujan turun, kami tidak lagi basah kuyup," pungkas Yuerni sambil berusaha untuk tegar menghadapi semua itu.***